Penantian 7 Tahun Ratchanok Intanon Untuk Menangi Malaysia Masters
Chen Yufei-Ratchanok Intanon/[Foto:AFP]
Ratchanok Intanon dari Thailand dan Li Shifeng dari China muncul sebagai dua pemenang terbesar di Malaysia Masters 2026 setelah masing-masing merebut gelar tunggal putri dan tunggal putra di Kuala Lumpur pada hari Minggu.
Final turnamen di Arena Unifi, Bukit Jalil juga menampilkan pertarungan ganda yang dramatis, reaksi emosional dari para pemain Malaysia, dan penampilan keseluruhan yang kuat dari skuad bulu tangkis Tiongkok.
Ratchanok Intanon Kembali Raih Gelar Malaysia Masters Setelah Tujuh Tahun
Mantan juara dunia Ratchanok Intanon kembali menampilkan performa gemilang untuk meraih gelar tunggal putri Malaysia Masters ketiganya.
Bintang Thailand berusia 31 tahun itu mengalahkan Chen Yufei dari Tiongkok dengan skor 21-17, 21-15 di final untuk mengamankan gelar Malaysia Masters pertamanya sejak kemenangan beruntun pada tahun 2018 dan 2019.
Kemenangan ini juga mengakhiri rentetan empat kekalahan beruntun Ratchanok melawan Chen Yufei dan memperbaiki rekor head-to-head keseluruhannya menjadi 4-19 melawan juara Olimpiade Tiongkok tersebut.
Ratchanok memulai pertandingan dengan agresif dan unggul cepat 6-3 di game pembuka. Meskipun Chen berjuang keras dan berhasil memberikan perlawanan di beberapa bagian game, veteran Thailand itu tetap tenang dan menutup game pembuka dengan skor 21-17.
Pada game kedua, Ratchanok Intanon sepenuhnya mengendalikan permainan dengan awal yang dominan 9-2 yang langsung menekan Chen.
Meskipun bintang Tiongkok itu beberapa kali melakukan reli yang kuat, ketepatan serangan dan kontrol lapangan Ratchanok terbukti terlalu kuat sehingga ia mengamankan gelar juara dengan kemenangan 21-15.
Bagi Chen Yufei, kekalahan ini menandai posisi runner-up kedua berturut-turut setelah kekalahannya di Thailand Open pekan lalu.
Li Shifeng Berhasil Mempertahankan Gelar Juara Tunggal Putra
Li Shifeng dari Tiongkok berhasil mempertahankan gelar tunggal putra Malaysia Masters setelah mengalahkan Panitchaphon Teeraratsakul dari Thailand dengan skor 21-16, 21-17 di final.
Pemain peringkat 7 dunia itu menjadi pemain tunggal putra pertama sejak legenda Malaysia Lee Chong Wei yang memenangkan gelar Malaysia Masters secara berturut-turut.
Li mengendalikan sebagian besar pertandingan dengan kesabaran khasnya, konstruksi reli yang kuat, dan pertahanan yang sangat baik.
Meskipun Panitchaphon menunjukkan beberapa momen berkualitas menyerang sepanjang final, Li secara konsisten mengatur tempo reli dan memaksa pemain Thailand itu ke posisi yang sulit.
Kemenangan ini juga menandai gelar pertama Li di musim 2026 dan gelar BWF World Tour pertamanya dalam delapan bulan.
Goh Sze Fei-Nur Izzuddin dari Malaysia Finis sebagai Runner-up
Harapan Malaysia untuk meraih gelar di kandang sendiri berakhir ketika pasangan independen Goh Sze Fei dan Nur Izzuddin Rumsani kalah dari pasangan Denmark Daniel Lundgaard dan Mads Vestergaard di final ganda putra.
Pasangan Denmark itu meraih kemenangan langsung 21-16, 21-17 untuk merebut gelar pertama mereka sebagai pasangan.
Kemenangan ini juga menyamakan rekor pertemuan antara kedua pasangan menjadi 3-3.
Artikel Tag: ratchanok intanon, Chen Yufei, Li Shifeng, Panitchaphon Teeraratsakul, Malaysia Masters 2026
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/badminton/penantian-7-tahun-ratchanok-intanon-untuk-menangi-malaysia-masters
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini