Piala Thomas 2016: Soh Wooi Yik Jelaskan Poin Kekalahan Melawan China
Aaron Chia-Soh Wooi Yik/[Foto:Bernama]
Semua harapan tertumpu pada Aaron Chia dan Soh Wooi Yik untuk menjaga peluang Malaysia tetap hidup di perempat final Piala Thomas 2026 melawan China, tetapi pemain peringkat 2 dunia itu gagal dan menampilkan performa di bawah standar di Horsens, Denmark, pada hari Jumat.
Ekspektasi terhadap mantan juara dunia itu lebih tinggi setelah Leong Jun Hao menunjukkan penampilan yang penuh perlawanan sebelum akhirnya kalah 21-10, 16-21, 21-19 dari pemain peringkat 1 dunia Shi Yu Qi di pertandingan tunggal pembuka.
Aaron-Wooi Yik diharapkan mampu menyamakan kedudukan melawan Liang Wei Keng-Wang Chang di nomor ganda, tetapi pasangan Malaysia tersebut tidak mampu mempertahankan perlawanan mereka, kalah dengan skor 24-22, 21-14 dari pasangan Tiongkok peringkat kelima dalam waktu 35 menit.
Ini adalah kekalahan ke-10 mereka dari pasangan Tiongkok tersebut. Kekalahan itu praktis mengakhiri harapan Malaysia, dengan para penggemar merasa pertandingan telah lepas dari genggaman mereka.
Justin Hoh kemudian melangkah ke lapangan bersama tim Malaysia dengan harapan ia bisa menciptakan kejutan melawan pemain peringkat 7 dunia, Li Shi Feng.
Meskipun pemain peringkat 44 dunia itu berjuang keras, ia tidak mampu menghentikan Shi Feng, yang mengamankan kemenangan 21-14, 21-13 untuk memastikan tempat di perempat final bagi Tiongkok.
Soh Wooi Yik mengakui bahwa Wei Keng-Wang Chang lebih agresif dan konsisten sepanjang pertandingan di Forum Horsens.
"Koktailnya sulit dikendalikan, dan kami perlu bermain lebih menyerang dan konsisten, tetapi kami melakukan kesalahan di poin-poin penting. Mereka mengendalikan pertandingan dengan baik dan mendominasi game kedua," kata Soh Wooi Yik.
"Mereka unggul di area depan lapangan dan di situlah mereka memenangkan lebih banyak poin. Seharusnya kami bisa mempertahankan tempo permainan melawan mereka, tetapi kami tidak mampu melakukannya di game kedua dan itulah yang membuat perbedaan."
Setelah hasil imbang diberikan, Justin mengakui bahwa upaya terbaiknya pun tidak cukup untuk menghentikan Shi Feng.
"Lawanku bermain bagus, dan aku kurang berpengalaman."
"Piala Thomas ini merupakan pengalaman yang baik bagi saya karena saya bermain sebagai pemain tunggal kedua untuk pertama kalinya dan menghadapi pemain dengan peringkat lebih tinggi. Standarnya memang tinggi, dan saya harus terus berusaha sebaik mungkin."
Tersingkir di perempat final berarti Malaysia harus menunggu setidaknya dua tahun lagi, hingga edisi 2028 di Jakarta, untuk mengakhiri paceklik gelar mereka, setelah terakhir kali mengangkat Piala Thomas pada tahun 1992.
Artikel Tag: Tiongkok, Leong Jun Hao, Soh Wooi Yik, Aaron Chia, Justin Hoh, Piala Thomas 2026
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/badminton/piala-thomas-2016-soh-wooi-yik-jelaskan-poin-kekalahan-melawan-china
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini