Rencana Penghapusan Bulu Tangkis Dari Cabor Commonwealth Games 2026

Penulis: Yusuf Efendi
Rabu 08 Jul 2026, 20:30 WIB - 88 views
Rencana Penghapusan Bulu Tangkis Dari Commonwealth Games 2026

Tim Malaysia/[Foto:NST]

Ligaolahraga.com -

Setiap negara memiliki olahraga yang membantu mendefinisikan identitasnya. Bagi Jamaika, itu adalah lari cepat. Selandia Baru identik dengan rugby, sementara kriket telah lama menjadi sumber kebanggaan nasional di India. Bagi Malaysia, khususnya di panggung Commonwealth Games, olahraga itu selalu menjadi bulu tangkis.

Selama hampir enam dekade, bulu tangkis bukan hanya sekadar penyumbang medali terbesar Malaysia di Commonwealth Games.

Dengan 31 medali emas hingga saat ini, cabang olahraga ini telah menjadi andalan andalan nasional dalam meraih medali, menetapkan standar untuk setiap kampanye sebelum perhatian beralih ke cabang olahraga lain seperti angkat besi, lawn bowls, menyelam, dan squash.

Namun, skenario yang sudah biasa terjadi itu akan berubah di Commonwealth Games Glasgow 2026, karena bulu tangkis akan dihilangkan dari program untuk pertama kalinya dalam sejarah Malaysia.

Absennya bulu tangkis bukan hanya sekadar kehilangan ajang perebutan medali. Hal ini juga menghilangkan olahraga yang telah lama menjadi tulang punggung kampanye Malaysia di Commonwealth Games.

Begitu pentingnya bulu tangkis bagi Malaysia sehingga Dewan Olimpiade Malaysia (OCM) bahkan menawarkan untuk menjadi tuan rumah kompetisi bulu tangkis secara terpisah di Kuala Lumpur dalam upaya mempertahankan olahraga tersebut dalam program Glasgow 2026. Namun, proposal tersebut tidak terwujud.

Untuk memahami betapa besarnya kehilangan tersebut, kita hanya perlu melihat kembali sejarah panjang Malaysia dalam olahraga ini.

Dari era Tan Aik Huang dan almarhum Punch Gunalan, melalui saudara-saudara Sidek dan Datuk Seri Lee Chong Wei, hingga generasi pemain bulu tangkis saat ini, lapangan bulu tangkis secara konsisten menjadi tempat di mana warga Malaysia merayakan beberapa momen terbaik negara ini di Commonwealth Games.

Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa bulu tangkis telah menjadi bagian dari identitas Malaysia di Commonwealth Games.

Dampak absennya bulu tangkis meluas jauh melampaui perolehan medali.

Selama bertahun-tahun, olahraga ini telah memberikan kontingen Malaysia sumber kepercayaan diri yang tak ternilai setiap kali Commonwealth Games berlangsung.

Setiap kampanye dimulai dengan harapan tulus untuk meraih medali emas dari lapangan bulu tangkis, dan kesuksesan awal tersebut sering kali menghasilkan momentum yang menginspirasi atlet dari cabang olahraga lain untuk meningkatkan performa mereka sendiri.

Dalam banyak hal, bulu tangkis berperan sebagai pemicu yang menyulut kampanye keseluruhan Malaysia.

Tanpa sumber inspirasi yang sudah biasa mereka kenal, kelompok tersebut kini harus mencari tempat lain untuk mengisi kekosongan.

Pada saat yang sama, absennya bulu tangkis memunculkan pertanyaan yang lebih luas tentang olahraga di Malaysia.

Apakah negara ini terlalu bergantung pada segelintir olahraga tradisional untuk meraih kesuksesan di panggung internasional?

Ini bukanlah perdebatan baru, karena selalu muncul kembali setiap kali Malaysia mengalami penampilan mengecewakan di ajang multi-olahraga besar.
Namun, Glasgow 2026 bisa menjadi kesempatan paling jelas untuk menentukan apakah olahraga lain siap keluar dari bayang-bayang bulu tangkis.

Jika Malaysia tetap kompetitif, hal itu menunjukkan bahwa upaya untuk memperluas basis olahraga negara tersebut mulai membuahkan hasil.

Sebaliknya, jika kesenjangan tersebut terbukti terlalu lebar, hal itu mungkin menunjukkan bahwa diperlukan lebih banyak upaya untuk mengurangi ketergantungan Malaysia pada sejumlah kecil cabang olahraga tradisional yang memenangkan medali.

Bagi sebagian atlet, Glasgow 2026 juga bisa menjadi peluang terbesar dalam karier mereka untuk muncul sebagai wajah baru olahraga Malaysia, karena bulu tangkis tidak lagi mendominasi sorotan.

Ketika ajang Commonwealth Games berakhir, pertanyaan terpenting mungkin bukan berapa banyak medali yang dimenangkan Malaysia, tetapi apakah negara tersebut telah menemukan pilar-pilar baru untuk mempertahankan ambisi Commonwealth-nya.

Commonwealth Games Glasgow akan diselenggarakan dari 23 Juli hingga 2 Agustus, dengan Malaysia diwakili oleh 59 atlet, termasuk atlet paralimpik, yang berkompetisi dalam delapan dari 10 cabang olahraga dalam program tersebut, bersama dengan enam cabang olahraga paralimpik terintegrasi.

Malaysia memenangkan tujuh medali emas, delapan medali perak, dan delapan medali perunggu di Birmingham 2022. Namun, tantangan diperkirakan akan jauh lebih berat kali ini, karena empat dari tujuh medali emas tersebut berasal dari cabang olahraga yang tidak lagi termasuk dalam program Glasgow.

Namun, satu hal yang pasti.

Untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade, Malaysia menuju Commonwealth Games tanpa cabang olahraga yang telah memberikan kesuksesan terbesar bagi negara tersebut.

Dan ketika 'raja' tidak hadir, Glasgow 2026 mungkin akan menjadi panggung bagi munculnya generasi pahlawan baru. --

Artikel Tag: Bulu tangkis, Glasgow, Commonwealth Games 2026

Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/badminton/rencana-penghapusan-bulu-tangkis-dari-cabor-commonwealth-games-2026
88
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini