Rexy Mainaky Kecam BWF Lambat Respon Cederanya Toh Ee Wei
Rexy Mainaky/[Foto:Thestar]
Direktur pelatihan ganda nasional Rexy Mainaky mendesak negara-negara besar bulu tangkis untuk mendorong perubahan pada peraturan medis Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) menyusul musibah cedera yang dialami Toh Ee Wei di Singapore Open.
Frustrasi Rexy Mainaky kembali muncul setelah juara dunia ganda campuran itu tidak dapat menerima perawatan yang menurutnya memadai ketika ia mengalami cedera lutut kiri saat pertandingan perempat final melawan pasangan India, Dhruv Kapila dan Tanisha Crasto, di Singapore Open pekan lalu.
Meskipun petugas medis merawat Ee Wei, dia terpaksa membalut lututnya yang cedera sendiri dengan bantuan rekannya, Chen Tang Jie.
Awalnya dia mencoba untuk melanjutkan pertandingan, tetapi akhirnya tidak mampu menahan rasa sakit dan mengundurkan diri sebelum dibawa keluar lapangan dengan kursi roda.
Pemeriksaan medis selanjutnya mengungkapkan bahwa dia menderita cedera ligamen anterior cruciate (ACL).
Bagi Rexy Mainaky, insiden tersebut menyoroti kekurangan dalam peraturan medis BWF, khususnya ketika pemain mengalami cedera selama pertandingan.
Ia percaya sudah saatnya negara-negara kuat bulu tangkis lainnya bergabung dengan Malaysia dalam menyuarakan keprihatinan mereka jika perubahan yang berarti ingin dilakukan.
"Saya rasa tidak ada gunanya jika hanya saya yang menyuarakan hal ini. Saya pikir negara-negara seperti Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Indonesia, dan Denmark juga perlu bersuara. Ini tentang bagaimana para pemain diperlakukan selama turnamen, terutama terkait cedera atau hal apa pun yang terjadi di lapangan."
"Aturan-aturannya terlalu banyak. Dari yang saya lihat, sepertinya mereka memperhatikan para pemain, tetapi kenyataannya tidak. Ketika seorang pemain cedera atau terkilir pergelangan kaki sedikit, mereka akan mencoba mendapatkan perawatan di lapangan, entah itu dengan semprotan atau cara lain. Rasanya aturan-aturan itu tidak berpihak pada para pemain," kata Rexy.
Yang lebih mengkhawatirkan Rexy adalah peraturan tersebut baru diperbarui oleh BWF dua tahun lalu, namun ia percaya bahwa peraturan tersebut masih belum cukup melindungi pemain yang mengalami cedera selama pertandingan.
Oleh karena itu, ia menyarankan agar bulu tangkis dapat mengadopsi pendekatan yang mirip dengan sepak bola, di mana staf medis tim diizinkan masuk ke lapangan untuk merawat pemain yang cedera.
"Jika Anda melihat sepak bola, petugas medis dan fisioterapis tim dapat datang ke lapangan untuk menangani pemain. Tetapi dalam bulu tangkis, jika seorang pemain cedera, ya sudah. Mereka harus menggunakan kursi roda atau mengundurkan diri dari pertandingan."
"Mereka bilang mereka menjaga para pemain melalui berbagai langkah seperti sistem penilaian untuk mengurangi kelelahan dan mencegah pemain terlalu lelah. Tetapi jika dilihat dari apa yang sebenarnya terjadi di lapangan, saya tidak melihat para pemain benar-benar diperhatikan," tambahnya.
Artikel Tag: rexy mainaky, ACL, Chen Tang Jie, Toh Ee Wei
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/badminton/rexy-mainaky-kecam-bwf-lambat-respon-cederanya-toh-ee-wei
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini