Saat Cheah Liek Hou Dibandingkan Dengan Legenda Squash Nicol David
Cheah Liek Hou-Nicol David/[Foto:NST]
Kuala Lumpur - Atlet bulu tangkis Cheah Liek Hou telah mengukuhkan statusnya sebagai ikon olahraga setelah meraih dua medali emas di Kejuaraan Dunia Para di Bahrain pada hari Sabtu.
Cheah Liek Hou memenangkan kategori tunggal putra dan ganda putra SU5 , sehingga total gelar dunianya menjadi 16.
Sembilan gelar individu yang diraihnya melampaui delapan gelar milik legenda squash Nicol David, memicu perdebatan tentang siapa atlet Malaysia yang paling banyak meraih gelar.
Bagi Cheah Liek Hou yang berusia 38 tahun, angka-angka tersebut mencerminkan dua dekade dominasi di para bulu tangkis.
Namun, membandingkan atlet paralimpik dan atlet non-disabilitas di Malaysia masih merupakan isu yang kompleks. Analis olahraga Pekan Ramli mengatakan bahwa kurangnya kerangka kerja Hall of Fame yang terstruktur membuat sulit untuk secara resmi mengakui prestasi tersebut.
"Proses pengangkatan harus berdasarkan kriteria yang transparan, bukan sentimen," katanya.
"Untuk kategorinya, dia memang pantas mendapatkannya, tetapi kami tidak memiliki pedoman yang jelas untuk membenarkan bentuk penghargaan tertinggi."
Dewan Olimpiade Malaysia (OCM) memiliki Balai Kehormatan yang menampilkan tokoh-tokoh seperti mendiang atlet Olimpiade Annie Choong dan pesepeda Nor Effandy Rosli, tetapi organisasi tersebut tidak menawarkan aturan kelayakan yang eksplisit.
Pekan mengatakan hal ini membuka ruang untuk perdebatan tentang siapa yang pantas mendapatkan tempat, terutama ketika membandingkan prestasi di berbagai cabang olahraga dan klasifikasi.
"Tantangannya adalah olahraga paralimpik melibatkan banyak kategori. Kita tidak bisa begitu saja membandingkannya dengan cabang olahraga non-atlet, tetapi setiap kategori membutuhkan penilaian yang cermat," katanya.
Diskusi ini tidak terbatas pada atlet paralimpik. Pekan menunjuk 12 gelar Malaysia Open yang diraih Datuk Seri Lee Chong Wei sebagai contoh dominasi berkelanjutan dalam olahraga bagi atlet non-disabilitas.
"Pengakuan Olimpiade sering kali membentuk persepsi tentang daya saing. Ketika suatu cabang olahraga tidak dipertandingkan di Olimpiade, orang cenderung skeptis terhadap kehebatan," tambahnya.
Kemenangan Cheah Liek Hou menyoroti kompleksitas dalam mengukur kehebatan olahraga dan apakah pengakuan Hall of Fame harus diberikan semata-mata berdasarkan gelar juara dunia atau mempertimbangkan daya saing dan lamanya karier.
Artikel Tag: Nicol David, Cheah Liek Hou, bulu tangkis para
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/badminton/saat-cheah-liek-hou-dibandingkan-dengan-legenda-squash-nicol-david
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini