Chicago Sky dan Connecticut Sun Sama-Sama Berupaya Keluar dari Tren Negatif
Di tengah situasi sulit Chicago Sky, rookie Sydney Taylor memanfaatkan kesempatan bermain lebih banyak. (Foto: AP)
Chicago Sky dan Connecticut Sun akan saling berhadapan pada Jumat (5/6) malam waktu setempat dengan misi yang sama, yakni menghentikan tren buruk yang membayangi awal musim WNBA 2026.
Tuan rumah Chicago berharap dapat mengakhiri lima kekalahan beruntun sekaligus meraih kemenangan kandang pertama musim ini saat menjamu Connecticut di Wintrust Arena.
Chicago Sky saat ini memiliki rekor 3-6 setelah sempat membuka musim dengan catatan menjanjikan, yakni tiga kemenangan dalam empat pertandingan pertama.
Namun sejak saat itu performa tim menurun drastis. Chicago bahkan kalah dengan selisih dua digit angka dalam empat dari lima pertandingan terakhirnya.
Masalah cedera menjadi salah satu penyebab utama penurunan performa tersebut.
Pencetak angka terbanyak tim, Rickea Jackson, yang mencatat rata-rata 18 poin per pertandingan, harus mengakhiri musim lebih cepat akibat cedera lutut.
Sementara rookie andalan Gabriela Jaquez juga absen dalam tiga laga terakhir karena masalah serupa.
Kehilangan dua pemain penting itu membuat produktivitas Chicago Sky menurun.
Chicago hanya mencetak rata-rata 81,6 poin per pertandingan dan menjadi tim dengan akurasi tembakan tiga angka terburuk di liga, yakni 25,7 persen.
Dalam kekalahan 72-90 dari Washington Mystics pada Selasa lalu, Chicago hanya mampu mencetak 48 poin selama tiga kuarter terakhir setelah mengawali laga dengan cukup baik.
Guard veteran Natasha Cloud menilai timnya masih berusaha beradaptasi dengan absennya sejumlah pemain kunci.
“Kami memulai musim dengan sangat baik, terutama dalam bertahan,” kata Cloud. “Ketika kehilangan beberapa pemain, Anda harus menyesuaikan diri dan mencari cara untuk mengisi kekosongan yang ada.”
Di tengah situasi sulit tersebut, rookie Sydney Taylor memanfaatkan kesempatan bermain lebih banyak dengan mencatat rata-rata 15 poin dalam empat pertandingan terakhir.
Sementara itu, center Kamilla Cardoso terus menjadi andalan di area paint dengan rata-rata 12,8 poin dan 10 rebound per laga.
Di kubu lawan, Connecticut juga sedang menghadapi musim yang tidak mudah. Sun memiliki rekor 2-9 dan berada di bawah Chicago dalam klasemen WNBA.
Tim asuhan Rachid Meziane juga menelan empat kekalahan beruntun dalam laga tandang dan menjadi tim dengan produktivitas terendah di liga, hanya mencetak rata-rata 75,5 poin per pertandingan.
Pada laga terakhir, Connecticut hanya mampu membukukan 26 poin sepanjang babak kedua saat kalah 75-91 dari Atlanta Dream.
“Bagi kami ini adalah proses yang panjang,” ujar Meziane. “Kami tahu semuanya membutuhkan waktu.”
Meski demikian, performa Aneesah Morrow menjadi salah satu titik terang bagi Sun. Forward tahun kedua itu mencatat rata-rata 15,3 poin dan 12,5 rebound dalam empat pertandingan terakhir.
Musim lalu, Chicago dan Connecticut saling mengalahkan dalam empat pertemuan mereka.
Kini, kedua tim kembali bertemu dengan satu tujuan yang sama: menghentikan keterpurukan dan kembali ke jalur kemenangan.
Artikel Tag: WNBA, Chicago Sky, Connecticut Sun
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/basket/chicago-sky-dan-connecticut-sun-sama-sama-berupaya-keluar-dari-tren-negatif
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini