Indiana Fever Tumbang, Caitlin Clark Jalani Batas Menit Bermain
Caitlin Clark (kanan) menutup pertandingan dengan sembilan poin, hasil empat tembakan masuk dari 12 percobaan. (Foto: AP)
Caitlin Clark kembali memperkuat Indiana Fever setelah absen selama dua pekan akibat cedera punggung.
Namun, guard andalan tersebut belum mampu membawa timnya meraih kemenangan saat Fever kalah 92-106 dari Los Angeles Sparks dalam lanjutan WNBA di Los Angeles, Rabu (8/7) waktu setempat.
Caitlin Clark tampil untuk pertama kalinya sejak mengalami masalah pada punggung yang kambuh saat Indiana kalah 109-111 dari Phoenix Mercury pada 24 Juni.
Dalam laga comeback tersebut, pemain berusia 24 tahun itu hanya bermain selama 16 menit sesuai pembatasan waktu bermain yang ditetapkan tim medis.
Bintang Fever itu menutup pertandingan dengan sembilan poin hasil empat tembakan masuk dari 12 percobaan. Ia juga menyumbang empat rebound, tiga assist, tetapi melakukan empat turnover.
Meski belum puas dengan hasil pertandingan, Clark mengaku kondisinya jauh lebih baik setelah kembali merasakan atmosfer pertandingan.
"Sangat sulit untuk menemukan ritme permainan. Sebagian besar saya mendapatkan peluang tembakan yang bagus. Ada yang masuk, ada yang tidak," ujar Clark.
Ia mengakui pembatasan menit bermain membuatnya sulit mendapatkan alur permainan seperti biasanya.
Namun, Clark merasa kondisi fisiknya sudah pulih dengan baik dan berharap dapat meningkatkan durasi bermain pada pertandingan berikutnya.
Pelatih Indiana Fever Stephanie White menjelaskan bahwa Clark masih membutuhkan waktu untuk mengembalikan kondisi fisik dan daya tahannya.
Menurut White, pemainnya juga belum banyak mengikuti sesi latihan sehingga proses adaptasi setelah cedera harus dilakukan secara bertahap.
Caitlin Clark dimainkan dalam beberapa periode singkat sekitar tiga menit sebelum kembali ke bangku cadangan.
Di sela-sela pertandingan, ia beberapa kali berdiri untuk menjaga kondisi punggungnya tetap rileks.
Sebelum cedera, Clark tampil impresif dengan rata-rata 21,2 poin dan 8,2 assist per pertandingan. Penampilannya itu juga mengantarkannya terpilih sebagai starter WNBA All-Star 2026.
Meski mengaku tidak menyukai pembatasan menit bermain, Clark memahami keputusan tersebut sepenuhnya berada di tangan tim medis.
Ia mengatakan intensitas pertandingan jauh berbeda dibandingkan latihan sehingga diperlukan kehati-hatian dalam proses pemulihan.
White juga memastikan Clark akan diistirahatkan saat Fever menghadapi Phoenix Mercury pada Kamis. Sebaliknya, center Aliyah Boston yang absen melawan Sparks karena mengalami masalah pada kaki dipastikan kembali bermain.
Menurut White, keputusan tersebut murni didasarkan pada pertimbangan medis agar dua pemain All-Star itu tidak harus menjalani pertandingan pada dua hari berturut-turut.
Ia membantah keputusan mengistirahatkan Clark saat menghadapi Mercury berkaitan dengan insiden kontak fisik yang melibatkan Alyssa Thomas pada pertemuan sebelumnya.
Dalam laga melawan Sparks, Kelsey Mitchell menjadi pencetak angka terbanyak bagi Fever dengan 29 poin.
Namun, ia menilai penampilan timnya jauh dari memuaskan, terutama di sektor pertahanan setelah membiarkan Sparks mencatat akurasi tembakan sebesar 51 persen dan mencetak lebih dari 100 poin.
Indiana berharap dapat bangkit saat kembali menghadapi Mercury sebelum menutup rangkaian empat laga tandang melawan Las Vegas Aces pada Minggu.
Caitlin Clark optimistis dapat bermain lebih lama pada pertandingan tersebut, meski keputusan akhir tetap berada di tangan tim medis.
Artikel Tag: WNBA, Caitlin Clark, Indiana Fever
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/basket/indiana-fever-tumbang-caitlin-clark-jalani-batas-menit-bermain
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini