Indiana Fever Tundukkan Chicago Sky, Boston dan Clark Torehkan Sejarah
Duo Indiana Fever, Aliyah Boston (kanan) dan Caitlin Clark, menjadi pasangan setim pertama dalam sejarah WNBA yang sama-sama bukukan double-double dengan sedikitnya 30 poin dalam satu pertandingan. (Foto: AP)
Indiana Fever meraih kemenangan dramatis 114-106 atas Chicago Sky melalui babak overtime dalam lanjutan WNBA, Kamis (11/6) malam waktu setempat.
Di balik kemenangan tersebut, Aliyah Boston dan Caitlin Clark mencatat sejarah sebagai pasangan rekan setim pertama dalam sejarah WNBA yang sama-sama membukukan double-double dengan sedikitnya 30 poin dalam satu pertandingan.
Boston tampil dominan dengan mencetak 34 poin dan 12 rebound, sedangkan Clark menyumbang 32 poin serta 10 assist.
Penampilan keduanya menjadi motor kemenangan Indiana Fever sekaligus menciptakan rekor baru di liga.
Berdasarkan data ESPN Research, ini merupakan pertandingan ketiga sepanjang karier Clark dengan torehan minimal 30 poin dan 10 assist, terbanyak dalam sejarah WNBA.
Sementara bagi Boston, ini menjadi double-double 30 poin kedua sepanjang kariernya.
Indiana Fever sebenarnya hampir mengamankan kemenangan pada waktu normal. Fever unggul 98-93 setelah Clark memasukkan dua lemparan bebas dengan 18,9 detik tersisa.
Namun, situasi berubah drastis pada detik-detik akhir. Indiana melakukan turnover saat melakukan inbound pass ketika pertandingan menyisakan 5,1 detik.
Kesalahan tersebut dimanfaatkan Chicago melalui tembakan tiga angka Skylar Diggins yang menyamakan kedudukan menjadi 98-98 dan memaksa laga berlanjut ke overtime.
Memasuki babak tambahan, Boston kembali menjadi pembeda. Ia membuka keunggulan Indiana melalui tembakan dari garis free throw yang membawa Fever unggul 106-101.
Pada penguasaan bola berikutnya, Kelsey Mitchell menambah poin lewat layup cepat sehingga selisih melebar menjadi tujuh angka.
Chicago sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 109-106 melalui tembakan Sydney Taylor saat waktu tersisa 24,1 detik.
Namun, Boston memastikan kemenangan Fever setelah sukses memasukkan dua lemparan bebas.
Chicago kesulitan menjaga efektivitas serangan sepanjang overtime. Sky hanya mampu memasukkan satu dari delapan percobaan tembakan lapangan pada periode tambahan tersebut.
Selain Boston dan Clark, Mitchell turut menyumbang 19 poin untuk Indiana, sementara Lexie Hull menambahkan 11 angka.
Indiana Fever juga tampil nyaris sempurna dari garis free throw dengan berhasil memasukkan 23 percobaan pertama mereka sebelum akhirnya gagal pada sisa 46 detik overtime.
Clark sendiri tampil sempurna dengan catatan 15 dari 15 lemparan bebas.
Di kubu Chicago, Sydney Taylor menjadi pencetak angka terbanyak dengan koleksi 30 poin.
Skylar Diggins menyusul dengan 21 poin, sedangkan Jacy Sheldon, Azura Stevens, dan Kamilla Cardoso masing-masing menyumbang 10 poin.
Taylor tampil sangat efektif pada tiga kuarter pertama. Ia berhasil memasukkan sembilan dari 10 percobaan tembakannya, termasuk seluruh tiga tembakan 3 poin yang dilepaskannya.
Sementara itu, Cardoso harus mengakhiri pertandingan lebih cepat setelah melakukan foul out ketika waktu normal menyisakan 3 menit 40 detik.
Indiana sempat menguasai pertandingan sejak awal dengan keunggulan hingga 19 poin pada babak pertama.
Namun, Chicago bangkit melalui laju 14-2 menjelang turun minum sehingga memangkas selisih menjadi 46-40.
Momentum kemudian berbalik pada kuarter ketiga. Chicago membuka babak kedua dengan rentetan poin 16-7 yang membuat mereka berbalik unggul 54-53.
Meski demikian, Indiana mampu kembali mengendalikan permainan di penghujung laga sebelum memastikan kemenangan melalui babak overtime yang juga melahirkan catatan sejarah bagi Boston dan Clark.
Artikel Tag: WNBA, Caitlin Clark, Indiana Fever
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/basket/indiana-fever-tundukkan-chicago-sky-boston-dan-clark-torehkan-sejarah
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini