James Harden: Katalis Baru Cavaliers yang Menggembirakan
James Harden: Katalis Baru Cavaliers yang Menggembirakan - sumber: (mainbasket)
Berita Basket NBA – Perpindahan James Harden ke Cleveland Cavaliers di batas akhir pertukaran pemain (Trade Deadline) Februari lalu menuai banyak respon. Ada yang merasa Harden—untuk sekali lagi—menyerah kepada timnya (Los Angeles Clippers). Ada juga yang merasa ini adalah keputusan tepat dari Cavaliers yang butuh tambahan kekuatan untuk melaju lebih jauh di Playoff NBA nanti.
Bagi saya, keduanya adalah alasan yang valid. Sejak perpindahannya dari Houston Rockets ke Brooklyn Nets di musim 2020-2021, narasi Harden menyerah kepada timnya memang sah terbentuk. Setelah Kevin Durant dan Kyrie Irving cedera, Harden pun menyerah di Nets. Ia reuni ke Philadelphia 76ers bersama Darryl Morey, mantan manajemen Rockets. Tak kunjung melaju jauh di Playoff, Harden menyebut Morey sebagai pembohong dan minta ditukar ke Los Angeles Clippers.
Kepindahan ke Cavaliers tidak meninggalkan drama. Tidak seperti sebelum-sebelumnya. Akan tetapi, perjalanan di tiga tim sebelumnya sudah meninggalkan jejak bahwa Harden menyerah kepada masa depan Clippers. Uniknya, Clippers justru dalam periode positif saat ia berindah. Saat episode negatif sedang berlangsung di awal musim, Harden justru tetap berjuang dengan Clippers.
Bagian di atas hanya pembuka saja. Kita tidak akan fokus kepada drama-drama Harden. Saya ingin mengajak Anda semua untuk lebih fokus kepada apa yang Cavaliers lihat pada sosok Harden. Apa yang membuat Harden bisa jadi katalis terbaik bagi Cavaliers untuk bersaing di Wilayah Timur.
Untuk urusan mencetak poin, saya rasa tak perlu banyak pembahasan mendalam mengenai alumnus Arizona State University ini. Mudahnya, Harden bisa saja mencetak 30-40 poin di setiap laga jika ia mau. Ia membuktikan hal ini berkali-kali. Namun, ia juga menyadari bahwa ia memiliki rekan setim yang bisa berbagi peran ini dengannya. Dalam kasus Cavaliers, Donovan Mitchell tak hanya bisa berbagi peran, ia juga ada di usia emas untuk memimpin tim.
Satu hal yang membuat saya cukup mengantisipasi perpindahan Harden ke Cavaliers adalah keberadaan dua bigman, Jarrett Allen dan Evan Mobley. Sepanjang kariernya, selepas dari Thunder, Harden selalu berhasil membuat senter-senter tim yang ia bela menjadi bahagia. Bahagia karena catatan statistik mereka selalu meningkat bahkan jadi yang terbaik sepanjang kariernya. Bahagia juga karena otomatis nilai kontrak mereka naik.
Clint Capela, Joel Embiid, dan Ivica Zubac adalah tiga senter yang merasakan bentuk dampak kehadiran Harden. Capela dan Zubac melakoni musim terbaiknya (secara catatan poin) saat berdampingan dengan Harden. Embiid bahkan sampai jadi MVP dengan Harden di sampingnya. Musim di mana Embiid menjadi MVP, ada 244 asis Harden di dalamnya. Total Harden melepaskan 1240 umpan kepada Embiid, setara dengan 31 persen dari seluruh umpan Harden musim itu.
Cavaliers menurut saya sangat paham atas keputusan transaksi pertukaran Harden tersebut. Cavaliers butuh lebih banyak tambahan opsi serangan di luar Mitchell dan Harden adalah jawabannya. Kemampuannya untuk memaksimalkan senter dalam skema pick n roll akan membuat lebih banyak poin-poin pasti bagi Cavaliers.
Sejak pertukaran ini, Harden sudah bermain 10 kali bersama Cavaliers. Rekor Cavaliers 8 kali menang 2 kali kalah. Dalam kurun waktu tersebut, Harden memiliki persentase umpan menjadi asis (AST to Pass%) di angka 14,8 persen. Jumlah ini jadi yang terbanyak keenam di liga (minimal 70 asis). Menariknya, dari enam pemain teratas ini, Harden justru ada di peringkat dua untuk total asis. Ia hanya kalah dari Cade Cunningham.
Ada 81 asis yang Harden bukukan sepanjang menggunakan jersei Cavaliers. Sebanyak 21 di antaranya ia kirimkan ke…. Jarrett Allen. Allen adalah pemain yang paling banyak menerima asis di antara seluruh pemain Cavaliers. Tidak jauh sih, Sam Merrill ada di belakang Allen dengan menerima 20 asis dari Harden.
Tampak jelas peningkatan "penggunaan" Allen sebagai finisher meski belum terlu signifikan. Sebelum ada Harden, rata-rata USG% Allen ada di angka tepat 20 persen. Setelah ada Harden, angkanya naik sedikit di 21,75%. Menunjukkan sekali lagi bagaimana Harden sangat senang dan mampu untuk memaksimalkan sosok senter dalam permainan. Tentu, angkanya tetap tidak akan melonjak hebat karena Cavaliers adalah timnya Mitchell.
Oh iya, sebagai pembanding lain, garda utama Cavaliers sebelumnya, Darius Garland, musim ini bermain 26 kali untuk Cavaliers. Dari jumlah tersebut, Allen memang tetap ada di puncak daftar penerima asisnya. Namun, jumlah asis Garland kepada Allen di angka 38 asis. Jika dirata-rata, Garland punya 1,5 asis per gim kepada Allen. Harden membukukan 2,1 asis per gim kepada Allen.
Secara keseluruhan, angka-angka Cavaliers mengalami peningkatan sejak Harden datang. Sebelumnya, Cavaliers menorehkan offensive rating di angka 116,9 dan defensive rating 113,2. Setelah Harden masuk, catatan offensive rating naik di 118,5 sedangkan defensive rating membaik di 112,6.
Sisa 17 laga dimiliki Cavaliers sekarang. Rekor mereka adalah 40 kali menang dan 25 kali kalah. Pistons ada di puncak klasemen dengan 45 kali menang dan 18 kali kalah. Cavaliers masih punya peluang untuk mendobrak ke puncak klasemen akhir Wilayah Timur. Bahkan, situasi sekarang membuat mereka bisa lebih leluasa memilih untuk menempatkan posisi mereka di klasemen akhir nanti.
Cavaliers tidak bisa dilewatkan begitu saja. Wilayah Timur makin seru! Terakhir, selamat menikmati pertunjukan James Harden dan senter-senter bahagianya!
Foto: NBA
Artikel Tag: Cleveland Cavaliers, James Harden
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/basket/james-harden-katalis-baru-cavaliers-yang-menggembirakan
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini