Kelsey Mitchell Pulih, Tetap Bangga Dorong Batas di Playoff WNBA
Kelsey Mitchell mengungkapkan bahwa keputusan bertahan di tim dipengaruhi oleh keinginan bersama rekan setim seperti Caitlin Clark, Lexie Hull, dan Aliyah Boston untuk terus bermain bersama. (Foto: AP)
Guard andalan Indiana Fever, Kelsey Mitchell, memastikan dirinya telah pulih sepenuhnya dan siap menghadapi musim WNBA 2026.
Pemain tiga kali All-Star itu juga menegaskan tidak memiliki penyesalan atas keputusannya tetap bermain hingga batas maksimal saat mengalami insiden serius di babak playoff musim lalu.
Momen tersebut terjadi pada gim kelima semifinal WNBA melawan Las Vegas Aces, ketika Mitchell harus ditarik keluar lapangan pada kuarter ketiga akibat sensasi mati rasa hingga kehilangan kendali pada kedua kakinya.
Meski sempat menjadi kekhawatiran besar, Mitchell kini menyatakan kondisi fisiknya sudah kembali normal.
“Kalau harus mengulang lagi dan tubuh saya mengalami hal yang sama, saya tetap akan melakukannya,” ujar Mitchell dalam sesi training camp, Senin (20/4) waktu setempat. “Saya sangat mencintai permainan ini dan kompetisi. Saya akan memberikan segalanya di setiap pertandingan.”
Setelah insiden tersebut, Mitchell didiagnosis mengalami rhabdomyolysis, kondisi yang terjadi ketika sel otot rusak dan melepaskan protein ke dalam aliran darah.
Kondisi ini dipicu oleh beban fisik tinggi yang dialaminya sepanjang playoff, terutama karena Indiana kehilangan sejumlah pemain inti akibat cedera.
Sepanjang fase tersebut, Kelsey Mitchell mencatat menit bermain yang tinggi.
Ia tampil lebih dari 33 menit dalam lima dari tujuh pertandingan playoff, termasuk 37 dan 39 menit pada gim ketiga dan keempat semifinal. Intensitas tersebut akhirnya berdampak pada kondisi fisiknya.
Ia sempat mendapatkan perawatan intensif, termasuk infus dan pemeriksaan CT scan, sebelum dinyatakan pulih dalam waktu sekitar dua pekan.
Saat kejadian berlangsung di Las Vegas, Mitchell sempat terbaring di lapangan selama beberapa menit sebelum mendapatkan penanganan medis dan dibawa ke rumah sakit.
Pada musim 2025, Mitchell tampil impresif dengan mencatat rata-rata 20,2 poin per pertandingan, menempatkannya di peringkat ketiga liga dalam hal produktivitas poin.
Ia juga masuk dalam tim utama All-WNBA untuk pertama kalinya serta finis di posisi kelima dalam pemungutan suara MVP.
Kontribusinya menjadi semakin penting mengingat Fever harus bermain tanpa sejumlah pemain kunci seperti Caitlin Clark, Sophie Cunningham, Aari McDonald, Sydney Colson, dan Chloe Bibby yang mengalami cedera sepanjang musim.
Atas performanya, Kelsey Mitchell mendapatkan kontrak supermax satu tahun senilai 1,4 juta dolar AS untuk tetap bersama Indiana.
Ia juga mengungkapkan bahwa keputusan bertahan di tim dipengaruhi oleh keinginan bersama rekan setim seperti Caitlin Clark, Lexie Hull, dan Aliyah Boston untuk terus bermain bersama.
Dengan kondisi yang telah pulih dan komposisi tim yang lebih stabil, Mitchell optimistis Indiana Fever dapat tampil lebih kompetitif pada musim mendatang.
Artikel Tag: WNBA, Indiana Fever
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/basket/kelsey-mitchell-pulih-tetap-bangga-dorong-batas-di-playoff-wnba
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini