Menuju Gaji $1 Juta: Evolusi Bayaran WNBA dari Masa ke Masa CBA
Jika disepakati, CBA ini akan menjadi lompatan finansial terbesar dalam sejarah hampir 30 tahun WNBA. (Foto: AP)
Dalam proposal terbaru perjanjian kerja bersama (CBA), WNBA menawarkan kenaikan salary cap menjadi $5 juta per tim — lonjakan sekitar 230% — yang berpotensi melahirkan pemain pertama dengan gaji $1 juta per musim pada 2026.
Jika disetujui, skema tersebut memungkinkan gaji maksimal individu mencapai 20% dari salary cap atau sekitar $1 juta sebagai gaji pokok, bahkan bisa meningkat hingga $1,3 juta dengan tambahan berbasis pendapatan liga.
Angka ini akan menjadi tonggak simbolis penting bagi bola basket putri profesional Amerika.
WNBA sendiri baru menerapkan salary cap pada 2003, enam tahun setelah liga berdiri. Saat itu, batas gaji tim hanya $622.000.
Kenaikan berjalan lambat selama lebih dari satu dekade. Pada 2019, salary cap bahkan masih di bawah $1 juta.
Perubahan signifikan baru terjadi lewat CBA 2020 yang menaikkan batas gaji sekitar 30%, meski pertumbuhan berikutnya tertahan pandemi COVID-19 yang memukul pendapatan liga.
Kini, pertumbuhan pesat menjadi dasar lonjakan besar tersebut.
Rekor kehadiran penonton terpecahkan pada 2025, dan kontrak siaran nasional baru — yang diteken bersama NBA selaku pemilik dan pengawas liga — akan mulai berlaku pada 2026 dengan nilai lebih dari $200 juta per tahun.
Dalam struktur baru, pemain maksimal (“supermax”) akan menerima 20% dari cap, naik dari 16,5% pada CBA sebelumnya.
Meski masih di bawah standar maksimum NBA (25–35%), perbandingan ini tidak sepenuhnya setara karena NBA memakai soft cap, sementara WNBA menerapkan hard cap yang lebih ketat.
Jika dibandingkan dengan liga lain, sepak bola putri melalui National Women's Soccer League (NWSL) lebih dulu menembus gaji $1 juta.
Sophia Wilson dan Trinity Rodman bahkan menandatangani kontrak bernilai lebih tinggi lewat aturan khusus “high impact player”.
Namun, isu utama negosiasi tetap soal pembagian pendapatan.
Asosiasi pemain menuntut 30% dari pendapatan kotor, sementara liga menawarkan model berbasis laba bersih yang diperkirakan memberi pemain kurang dari 15% pendapatan kotor.
Apa pun hasil akhirnya, satu hal jelas: jika disepakati, CBA ini akan menjadi lompatan finansial terbesar dalam sejarah hampir 30 tahun WNBA — dan menandai era baru bagi atlet perempuan profesional.
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/basket/menuju-gaji-1-juta-evolusi-bayaran-wnba-dari-masa-ke-masa-cba
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini