Phoenix Mercury dan Seattle Storm Berusaha Akhiri Tren Kekalahan di WNBA

Penulis: Hanif Rusli
Kamis 04 Jun 2026, 06:38 WIB - 159 views
Kahleah Copper masih menjadi pencetak angka terbanyak Phoenix Mercury dengan rata-rata 18,4 poin per pertandingan. (Foto: AP)

Kahleah Copper masih menjadi pencetak angka terbanyak Phoenix Mercury dengan rata-rata 18,4 poin per pertandingan. (Foto: AP)

Ligaolahraga.com -

Phoenix Mercury dan Seattle Storm akan memasuki laga lanjutan WNBA pada Rabu (3/6) malam waktu setempat atau Kamis pagi WIB dengan misi yang sama, yakni menghentikan tren kekalahan yang terus membayangi awal musim mereka.

Kedua tim sama-sama mengalami periode sulit dan membutuhkan kemenangan untuk mengembalikan kepercayaan diri.

Phoenix Mercury datang ke Seattle dengan catatan enam kekalahan beruntun yang membuat mereka terpuruk di dasar klasemen Wilayah Barat.

Situasi tersebut sangat kontras dengan awal musim ketika Phoenix membuka kampanye 2026 dengan kemenangan telak 99-66 atas Las Vegas Aces, tim yang mengalahkan mereka di Final WNBA musim lalu.

Sejak kemenangan tersebut, performa Phoenix Mercury terus menurun.

Kekalahan paling menyakitkan terjadi pada Senin lalu ketika mereka dihancurkan Minnesota Lynx 111-77 di kandang sendiri.

Hasil itu menjadi kekalahan kandang terbesar kedua dalam sejarah franchise.

Guard andalan Kahleah Copper mengakui timnya belum mampu mempertahankan standar permainan yang membawa mereka menjadi salah satu kekuatan utama liga musim lalu.

"Kami harus terus menjaga standar yang dibutuhkan untuk menjadi tim juara. Apa yang kami lakukan musim lalu tidak otomatis terbawa ke musim ini. Semua orang harus bercermin dan melihat apa yang bisa diperbaiki," kata Copper.

Copper masih menjadi pencetak angka terbanyak Phoenix Mercury dengan rata-rata 18,4 poin per pertandingan.

Sementara itu, Alyssa Thomas terus berperan sebagai motor permainan tim dengan rata-rata 15,6 poin, 6,8 rebound, dan 7,8 assist per laga.

Meski demikian, Thomas juga mengalami kesulitan saat menghadapi Minnesota.

Ia hanya mencetak enam poin, jumlah terendahnya musim ini, setelah memasukkan satu dari enam percobaan tembakan.

Pelatih Mercury Nate Tibbetts mengakui rentetan kekalahan mulai memengaruhi mental para pemainnya. Namun ia tetap optimistis timnya mampu keluar dari situasi tersebut.

"Ketika Anda mulai sering kalah, pemain cenderung menundukkan kepala. Kami akan menemukan solusinya. Mungkin sekarang belum terlihat, tetapi kami harus terus bekerja," ujar Tibbetts.

Di sisi lain, Seattle juga sedang berada dalam situasi yang tidak jauh berbeda.

Storm membawa catatan tiga kekalahan beruntun setelah terakhir kali menang atas Washington Mystics pada 24 Mei.

Masalah utama Seattle terletak pada produktivitas serangan.

Dalam kekalahan 79-56 dari Dallas pada Senin lalu, Storm hanya mencatat akurasi tembakan 32,8 persen dan memasukkan empat dari 19 percobaan tripoin.

Rookie Flau'jae Johnson menjadi titik terang bagi Seattle setelah mencatat 16 poin dan 10 rebound dalam laga tersebut.

Namun pemain muda itu menegaskan bahwa timnya tidak boleh terus mengulangi kesalahan yang sama.

"Saya tidak suka kalah. Bahkan saya lebih membenci kekalahan daripada mencintai kemenangan. Kami harus benar-benar belajar dari situasi ini dan tidak terus mengatakan akan berubah tanpa menunjukkan perubahan di lapangan," kata Johnson.

Storm juga masih belum diperkuat center Dominique Malonga yang telah absen dalam tujuh pertandingan terakhir karena menjalani protokol gegar otak.

Selain itu, forward Ezi Magbegor belum tampil sama sekali musim ini akibat cedera kaki.

Dengan kedua tim sedang berusaha keluar dari tren negatif, duel di Seattle diperkirakan menjadi kesempatan penting bagi salah satu tim untuk memulai kebangkitan musim mereka.

Artikel Tag: WNBA, Seattle Storm, Phoenix Mercury

Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/basket/phoenix-mercury-dan-seattle-storm-berusaha-akhiri-tren-kekalahan-di-wnba
159
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini