Presiden AS Trump Perintahkan NCAA Batasi Masa Main dan Transfer Atlet
Selain pembatasan masa bermain dan transfer, perintah tersebut juga meminta NCAA membentuk registri nasional bagi agen pemain. (Foto: AP)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang bertujuan membatasi durasi bermain atlet perguruan tinggi serta frekuensi transfer antar kampus dalam kompetisi NCAA.
Dalam kebijakan yang diumumkan Jumat (3/4) waktu setempat, NCAA diarahkan untuk menyusun aturan baru yang menetapkan bahwa atlet hanya dapat berkarier selama maksimal lima tahun.
Selain itu, atlet diperbolehkan melakukan transfer sekolah hanya satu kali sebelum lulus tanpa harus menjalani masa skorsing satu musim.
Perubahan tersebut dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Agustus. Perguruan tinggi yang tetap memainkan atlet di luar ketentuan baru berisiko kehilangan pendanaan federal.
Selain pembatasan masa bermain dan transfer, perintah tersebut juga meminta NCAA membentuk registri nasional bagi agen pemain.
Kebijakan ini juga menekankan perlunya perlindungan terhadap program olahraga wanita dan cabang Olimpiade agar tidak terdampak pemotongan beasiswa atau sumber daya demi pembiayaan atlet.
Pihak Gedung Putih menyatakan bahwa olahraga perguruan tinggi membutuhkan aturan yang jelas dan disepakati bersama, terutama terkait kompensasi atlet dan kelayakan bermain yang selama ini kerap menjadi sengketa hukum.
Namun, sejumlah pakar hukum menilai kebijakan tersebut berpotensi digugat di pengadilan.
Mereka berpendapat bahwa perintah eksekutif tersebut bisa dinyatakan tidak konstitusional dan sulit diterapkan jika diuji secara hukum.
Presiden NCAA, Charlie Baker, mengaku belum mempelajari seluruh isi kebijakan tersebut.
Meski demikian, ia menilai beberapa poin yang beredar sejalan dengan pembahasan yang selama ini dilakukan NCAA bersama pemerintah dan Kongres.
Baker menegaskan bahwa dukungan legislatif tetap diperlukan untuk memberikan kepastian hukum yang lebih kuat.
Ia juga menyebut adanya peluang kesepahaman antara politisi dari kedua partai terkait isu olahraga perguruan tinggi.
Menurut Baker, campur tangan pemerintah federal dibutuhkan karena proses penyelesaian melalui jalur hukum kerap memakan waktu lama dan menimbulkan ketidakpastian.
Perintah ini merupakan upaya kedua pemerintahan Trump untuk mereformasi sistem olahraga kampus.
Sebelumnya, kebijakan serupa yang diterbitkan pada Juli 2025 tidak memberikan dampak signifikan.
Sejak putusan NCAA v. Alston oleh Mahkamah Agung Amerika Serikat pada 2021, NCAA menghadapi kesulitan dalam menegakkan aturan.
Putusan tersebut menegaskan bahwa NCAA tidak kebal terhadap hukum antimonopoli.
Sejak saat itu, NCAA melonggarkan aturan, termasuk memperbolehkan atlet melakukan transfer setiap tahun. Namun, organisasi tersebut masih menghadapi berbagai gugatan dari atlet terkait kelayakan bermain.
Sementara itu, pembahasan legislasi di Kongres masih berjalan lambat.
Upaya untuk meloloskan undang-undang terkait olahraga perguruan tinggi belum mencapai tahap pemungutan suara penuh di DPR maupun Senat.
Perdebatan utama mencakup status atlet sebagai pekerja serta sistem pembagian pendapatan dari kontrak siaran. Isu ini masih menjadi hambatan terbesar dalam mencapai kesepakatan bipartisan.
Artikel Tag: NCAA, donald trump, Atlet
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/basket/presiden-as-trump-perintahkan-ncaa-batasi-masa-main-dan-transfer-atlet
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini