Amine Gouiri Sebut Kemenangan Aljazair Bisa Jadi Titik Balik

Penulis: Fery Andriyansyah
Selasa 23 Jun 2026, 20:30 WIB - 90 views
Amine Gouiri optimistis Aljazair bangkit usai kalahkan Yordania

Amine Gouiri optimistis Aljazair bangkit usai kalahkan Yordania. (Foto: Elysia Su/ISI Photos via Getty Images)

Ligaolahraga.com -

Berita Piala Dunia: Penyerang Aljazair, Amine Gouiri, menyambut positif kebangkitan timnya setelah mengalahkan Yordania 2-1 pada Selasa (23/6/2026) siang WIB dalam laga Grup J Piala Dunia 2026. Hasil tersebut menjaga peluang Les Fennecs untuk lolos ke babak 32 besar setelah sebelumnya kalah 3-0 dari Argentina pada pertandingan pembuka.

Aljazair harus menunggu hampir sepekan untuk kembali tampil setelah kekalahan dari juara bertahan Argentina. Pada laga melawan Yordania, tim asuhan Vladimir Petkovic menunjukkan respons yang jauh lebih baik dengan permainan yang lebih agresif dan penuh determinasi.

Beralih ke jalannya pertandingan, Aljazair sempat tertinggal sebelum bangkit melalui gol penyama kedudukan Nadhir Benbouali. Kapten Riyad Mahrez memainkan peran penting dalam momen tersebut setelah mengirimkan sepak pojok yang berujung gol bagi timnya.

Kebangkitan Aljazair kemudian disempurnakan oleh Amine Gouiri. Penyerang Marseille itu mencetak gol kemenangan pada menit ke-82 setelah memanfaatkan bola liar di kotak penalti, sekaligus memastikan Yordania tersingkir dari turnamen.

Membahas kemenangan tersebut, Gouiri memuji karakter yang ditunjukkan rekan-rekannya. Menurutnya, kemampuan untuk bangkit dari situasi sulit menjadi salah satu faktor utama yang membawa Aljazair meraih tiga poin penting.

"Kami memiliki kekuatan mental untuk bangkit dan saya pikir kami terus berkembang. Kemenangan yang diraih dengan karakter dan determinasi ini akan sangat berarti bagi kami," ujar Gouiri.

Masih dalam topik yang sama, pemain berusia 26 tahun itu menilai kemenangan atas Yordania berpotensi menjadi momen penting dalam perjalanan Aljazair di Piala Dunia 2026. Namun ia juga mengingatkan bahwa pekerjaan timnya belum selesai.

"Ini bisa menjadi titik balik. Kemenangan selalu bagus, terutama untuk meningkatkan kepercayaan diri melihat bagaimana pertandingan berlangsung. Kami sangat senang, tetapi kami tahu belum ada yang selesai. Kami baru mengambil langkah penting," kata Gouiri.

Selain menunjukkan mentalitas kuat, Aljazair juga tampil dominan secara permainan. Mereka menguasai sebagian besar penguasaan bola dan melepaskan 16 percobaan ke gawang saat berusaha membongkar pertahanan rapat yang dibangun Yordania sepanjang pertandingan.

Ketika serangan dari sisi lapangan sulit berkembang, Aljazair menemukan solusi melalui kombinasi permainan di area tengah. Gouiri beberapa kali bekerja sama dengan gelandang Bayer Leverkusen, Ibrahim Maza, sementara Hicham Boudaoui tampil impresif dengan umpan-umpan terukur dari lini belakang.

Beralih ke peran sang kapten, keputusan Vladimir Petkovic untuk memainkan Riyad Mahrez sejak menit awal terbukti sangat berpengaruh. Mantan pemain Manchester City itu tampil aktif, menciptakan ancaman secara konsisten, dan menjadi motor serangan Aljazair sepanjang laga.

Kemenangan ini menjaga harapan Aljazair untuk melangkah ke fase gugur dalam penampilan pertama mereka di Piala Dunia sejak edisi 2014. Dengan format 48 tim yang lebih luas, mereka berharap dapat menciptakan kisah baru yang melampaui pencapaian bersejarah saat mengejutkan Jerman Barat pada 1982.

Kini fokus Aljazair tertuju pada pertandingan terakhir Grup J melawan Austria yang akan berlangsung pada Ahad (28/6/2026) pagi WIB. Hasil laga tersebut akan menentukan apakah Amine Gouiri dan rekan-rekannya mampu melanjutkan kebangkitan mereka ke babak 32 besar.

Artikel Tag: Piala Dunia, Aljazair, Piala Dunia 2026, Amine Gouiri, yordania

Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/bola/amine-gouiri-sebut-kemenangan-aljazair-bisa-jadi-titik-balik
90
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini