Bobot Suara Tak Setara, Cara Giovanni Malago Menang di Pilpres FIGC
Giovanni Malago
Berita Liga Italia: Giovanni Malago menang pemilihan presiden FIGC sejak putaran pertama, didukung sistem bobot suara yang menguntungkan kandidat dengan dukungan luas.
Giovanni Malago resmi terpilih sebagai presiden baru FIGC, mengalahkan Giancarlo Abete. Pemilihan digelar hari ini di kantor pusat FIGC di Roma, dihadiri 274 delegasi yang mewakili berbagai elemen ekosistem sepak bola Italia.
Dalam pernyataan pertamanya usai dinyatakan menang, Malagò mengungkapkan rasa tanggung jawab yang ia rasakan.
"Ini benar-benar sangat mendalam dan mengharukan untuk rasa tanggung jawab yang saya miliki. Sendirian saya tidak akan bisa melakukan apa-apa, tapi bersama kalian saya bisa melakukan segalanya." ujar Malago.
Menariknya, tidak semua suara dalam pemilihan ini memiliki bobot yang sama. Lega Serie A memiliki bobot 18 persen, Serie B hanya 6 persen, Lega Pro/Serie C 12 persen, sementara Liga amatir (LND) memiliki bobot sangat besar yakni 34 persen, Asosiasi Pemain 20 persen, dan Asosiasi Pelatih 10 persen.
Pemenang butuh minimal 50 persen suara, dan sebagai presiden LND saat ini, Abete sejak awal sudah mengamankan 34 persen suara dari basis dukungannya sendiri.
Namun sebagian besar komponen lain justru memberi dukungan kepada Malago, yang sebelumnya menjabat presiden CONI dari 2013 hingga 2025, sebelum memimpin penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026.
Dengan kemenangan ini, tugas besar pertama Malagò adalah memilih pelatih baru untuk timnas Italia, menyusul kegagalan bersejarah negara tersebut gagal lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun.
Artikel Tag: Liga Italia, FIGC, Giovanni Malago
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/bola/bobot-suara-tak-setara-cara-giovanni-malago-menang-di-pilpres-figc
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini