Cerita Fahri Jadi Kolektor Jersey Persib: Akibat Tidak Sengaja
Fahri Abdul Rasyid bercerita awal mula jadi kolektor jersey Persib
Berita Super League Indonesia: Pameran koleksi jersey Persib milik Fahri Abdul Rasyid digelar di Gulapadi, Bandung, 24 Mei-26 Juni 2026. Siapa sangka, hobi yang kini bernilai investasi tinggi tersebut berawal dari sebuah ketidaksengajaan lebih dari dua dekade silam.
Fahri menceritakan bahwa perjalanan panjang dalam mengumpulkan jersey bersejarah klub Maung Bandung dimulai sekitar tahun 2003 atau 2004. Era di mana Persib menggunakan jersey ikonik lansiran apparel lokal, Vilour.
Dari sana, dia mulai mengumpulkan memorabilia dan jersey klub dari musim ke musim. Perlahan jumlah koleksinya kian bertambah setelah bergabung dengan komunitas yang sama-sama mengoleksi jersey Maung Bandung.
"Awal mula saya ga sengaja sekitar tahun 2003 atau 2004 beli Vilour kan, terus ngumpulin jadi banyak, dan ya kekumpul lah banyak gitu. Awalnya engga ada niatan jadi kolektor, karena istilah kolektor juga saya baru tahu kemarin-kemarin," ujar Fahri Abdul Rasyid di Bandung, Rabu (17/6).
Mendapat jersey asli Persib era lawas terutama di bawah tahun 2004 merupakan tantangan yang sangat berat. Berbeda dengan era modern saat ini di mana klub sudah memiliki official store, pada masa itu Persib belum melayani penjualan jersey resmi untuk publik.
Fahri membeberkan rahasianya mendapat jersey-jersey langka tersebut. Dirinya kerap bergerilya di tribun stadion ketika hari pertandingan untuk mendapatkan koleksi-koleksi langka dari Bobotoh zaman dulu.
"Ini mah karena dulu kan Persib engga ada penjualan resmi jadi kalau di bawah tahun 2004 sebelum Vilour pasti saya dapatnya dari Bobotoh senior. Ada dari pemain tapi banyaknya dari Bobotoh senior, kalau di ketemu stadion ada yang pakai baju itu ngobrol dan bisa dapat lah," ujarnya.
Meskipun koleksinya sudah menyentuh seratus helai, Fahri mengaku masih punya satu impian besar yang belum bisa terwujud. Dia masih sangat mendambakan jersey Robby Darwis dan kawan-kawan untuk musim 1994/1995, tepat ketika bergulirnya kompetisi bertajuk Liga Indonesia I.
"Ada sih, 1994, liga pertama tuh. Itu (sponsornya) Dunhill kedua ya. Sebenarnya engga ada logo Persib-nya itu sangat susah Itu paling susah, Jadi susah ngebedain itu karena tim lainnnya yang warna biru juga banyak kan," kata Fahri.
"Jadi kalau saya jersey harus jelas asal-usulnya. Kalau kita nyari itu, jadi kalau pun ada harganya misalnya mahal, asal barangnya layak, gak apa-apa. Tapi kan harus jelas historinya. Itu sangat susah yang 1994," pungkasnya.
Artikel Tag: Persib, Bobotoh, Bandung
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/bola/cerita-fahri-jadi-kolektor-jersey-persib-akibat-tidak-sengaja
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini