Ekitike Gagal di Menit Akhir, Liverpool Ditahan Leeds 0-0

Penulis: Waluyo Wacana
Jumat 02 Jan 2026, 04:03 WIB - 196 views
Ekitike Gagal di Menit Akhir, Liverpool Ditahan Leeds 0-0 - sumber: (liverpoolecho)

Ekitike Gagal di Menit Akhir, Liverpool Ditahan Leeds 0-0 - sumber: (liverpoolecho)

Ligaolahraga.com -

Berita Liverpool harus puas dengan hasil imbang 0-0 yang mengecewakan saat menghadapi Leeds United di Anfield dalam lanjutan Premier League. Meski statistik menunjukkan bahwa Liverpool berhasil memperpanjang rekor tak terkalahkan menjadi delapan pertandingan, namun hasil seri tanpa gol ini terasa seperti kekalahan, mengingat hasil imbang 3-3 melawan lawan yang sama beberapa minggu sebelumnya.

Kekecewaan semakin dirasakan ketika melihat Aston Villa yang berada di posisi ketiga berhasil ditundukkan oleh Arsenal dan Chelsea kehilangan poin serta memecat manajer mereka pekan ini. Kesempatan untuk menjauhi posisi kelima dan mendekati posisi ketiga pun terlewatkan.

Pertanyaan besar kini mengemuka: kapan penampilan yang lebih meyakinkan akan datang dari skuad mahal ini? Momentum yang dibangun dari rangkaian hasil solid, meski tidak selalu spektakuler, kini terhenti.

Suara peluit akhir disambut sorak sorai dari pendukung Leeds, dan satu poin ini diperlakukan bagai kemenangan bagi tim asuhan Daniel Farke. Fakta bahwa mereka berhasil mencuri dua poin dari juara bertahan Premier League pada musim pertama mereka kembali ke kasta tertinggi menjadi cerminan dari ketidakmampuan Liverpool untuk menampilkan performa konsisten.

Leeds tidak banyak terancam sepanjang pertandingan. Beberapa teriakan penalti yang sia-sia, The Reds sekali lagi terlihat kesulitan memadukan ketangguhan bertahan dengan kemampuan menyerang. Dengan absennya Alexander Isak untuk waktu yang tidak ditentukan, Mohamed Salah yang berlaga di Piala Afrika, dan Cody Gakpo yang belum kembali ke performa terbaiknya, kekhawatiran Arne Slot semakin besar karena kekurangan pemain yang bisa menjadi pembeda.

Hugo Ekitike memulai kariernya di Liverpool dengan baik, tetapi jika pemain internasional Prancis ini mengalami hari yang buruk, tampaknya tidak banyak bantuan yang bisa diharapkan. Upaya dari remaja 17 tahun Rio Ngumoha dan Federico Chiesa juga tidak cukup untuk menguji kiper Leeds, Lucas Perri. Dengan dua pertandingan tandang besar melawan Fulham dan pemimpin liga Arsenal yang akan datang, Desember yang cukup baik bisa saja mempengaruhi perjuangan Liverpool untuk setidaknya mengamankan posisi empat besar.

Babak pertama yang relatif sepi insiden memperlihatkan dominasi Liverpool, tetapi mereka kurang memiliki kecerdikan pada momen-momen krusial serangan. Jeremie Frimpong, yang kembali ke posisi penyerang sayap, menjadi pemain paling berbahaya dengan kecepatannya yang mengganggu pertahanan Leeds.

Peluang terbaik datang ketika Ekitike gagal memanfaatkan umpan silang Frimpong, sundulannya malah mengenai kepala kiper Leeds, Perri, dengan gawang yang terbuka. Momen ini mungkin ingin dilupakan oleh Ekitike, meski sebenarnya sangat jarang terjadi sejak kepindahannya dari Eintracht Frankfurt musim panas lalu.

Frimpong kembali menunjukkan kecepatannya di babak pertama, meninggalkan Pascal Struijk tertinggal, tetapi umpan baliknya yang mengundang malah gagal dikontrol dengan baik oleh Florian Wirtz, yang kemudian melakukan pelanggaran dalam upayanya menebus kesalahan.

Seiring berjalannya waktu, Wirtz mulai kelelahan dan digantikan oleh Gakpo di babak kedua. Impuls awal yang terlihat dalam 20 menit pertama perlahan memudar, dan para pemain tidak mampu mengatasi kegelisahan di tribun penonton saat keluhan semakin keras. Keluhan tersebut memang beralasan.

Dalam pertandingan kandang musim ini melawan Nottingham Forest, Sunderland, Wolves, dan Leeds, Liverpool hanya menciptakan empat peluang besar yang didefinisikan oleh Opta. Memperkuat pertahanan telah berdampak pada menurunnya daya serang dan tingkat hiburan.

Sulit sekarang, bahkan ketika paruh kedua musim dimulai, untuk mendefinisikan gaya bermain Liverpool secara tepat. Dengan semua uang yang dihabiskan untuk merombak skuad, tanggung jawab ini ada pada pelatih kepala Slot.

Di babak kedua, The Reds hanya mampu mencatatkan satu tembakan tepat sasaran, yakni melalui tembakan jarak jauh Dominik Szoboszlai. Pemandangan Ekitike, satu-satunya penyerang yang tersedia, berada di sisi kanan mencoba mencari ruang untuk mengirim umpan silang pada menit ke-96 menggambarkan situasi Liverpool. Terlalu sering, nomor 22 ini bergerak menjauh dari area yang seharusnya menjadi tempat favorit striker, dan ini adalah aspek permainannya yang perlu dipelajari saat ia bersiap memimpin lini depan dalam beberapa bulan ke depan.

Meskipun hasil imbang 0-0 ini tidak mengakhiri ambisi Liga Champions, mungkin yang paling mengkhawatirkan adalah gagasan bahwa Liverpool telah melewati periode terburuk musim ini dan ini sebenarnya hanya level mereka untuk saat ini. Sebuah pemikiran yang menenangkan setidaknya bagi mereka yang memulai Januari tanpa alkohol.

Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/bola/ekitike-gagal-di-menit-akhir-liverpool-ditahan-leeds-0-0
196
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini