Fabregas Kagumi Kemenangan Bersejarah 9-1 Como di Liga Champions
Fabregas Kagumi Kemenangan Bersejarah 9-1 Como di Liga Champions - sumber: (footballitalia)
Berita Liga Italia: Cesc Fabregas Luncurkan Como ke Panggung Sejarah Liga Champions
Cesc Fabregas, pelatih Como 1907, baru saja membawa timnya mencatatkan sejarah baru di Liga Champions dengan menghancurkan Lens 9-1. Meski puas dengan kemenangan besar tersebut, Fabregas mengaku kurang senang dengan satu gol yang bersarang ke gawang timnya. Namun, ia sangat gembira dengan penampilan gemilang Matteo Papaccioli, remaja yang mencetak gol pada debutnya di pertandingan resmi.
Kemenangan ini menjadikan Como sebagai klub Italia pertama yang berhasil mencetak sembilan gol dalam satu pertandingan Liga Champions dan mencatatkan margin kemenangan tandang terbesar dalam sejarah kompetisi tersebut. Pada laga tersebut, tujuh pemain Como ikut menyumbangkan gol, termasuk Tasos Douvikas yang mencatatkan hat-trick, serta gol dari Nico Paz, Lucas Da Cunha, dan Marc-Oliver Kempf.
Setelah empat pertandingan, Como kini menduduki posisi keempat di fase liga Liga Champions dengan sembilan poin, hanya tertinggal dari PSG, Real Madrid, dan Arsenal. Musim ini, tim asuhan Fabregas juga berhasil mengalahkan RB Leipzig dan Manchester United dengan skor 4-1 dalam debut mereka di kompetisi ini.
Fabregas mengungkapkan kebanggaannya dalam sebuah wawancara, "Kami telah menulis sejarah. Malam itu tak akan terlupakan bagi para penggemar dan klub. Meski begitu, kami harus terus melanjutkan momentum ini karena pertandingan penting lainnya menanti pada hari Minggu."
Di Serie A, Como juga menunjukkan performa impresif dengan berada di peringkat keempat. Selanjutnya, mereka akan menghadapi tantangan berat melawan juara bertahan Inter di San Siro. Fabregas menekankan pentingnya persiapan mental dan fisik yang matang untuk menghadapi laga krusial ini.
Mengomentari kemenangan telak atas Lens, Fabregas menegaskan bahwa ini baru awal dari perjalanan Como di Eropa. "Skor 9-1 adalah sesuatu yang jarang terjadi dalam sepak bola. Ini adalah momen sekali seumur hidup," ujarnya. Meski demikian, ia menyadari bahwa tugas berat masih menanti, terutama dengan jadwal melawan PSG dan Barcelona yang sudah di depan mata.
Fabregas juga menyampaikan kebanggaannya terhadap Papaccioli, remaja berusia 18 tahun yang mencetak gol kesembilan dalam laga melawan Lens. Dengan penuh emosi, Fabregas menceritakan perjalanan Papaccioli yang sempat terhenti akibat cedera, namun kini sukses mencetak gol pada kesempatan pertamanya di Liga Champions.
Kini, Como harus fokus menghadapi pertandingan berikutnya dan berharap bisa mengamankan tiket ke babak 16 besar. Dengan semangat tinggi, Fabregas dan skuadnya siap menghadapi tantangan berikutnya di kompetisi paling bergengsi di Eropa ini.
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/bola/fabregas-kagumi-kemenangan-bersejarah-9-1-como-di-liga-champions
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini