Gabriel Jesus Bisa Mengikuti Jejak Pierre-Emerick Aubameyang
Gabriel Jesus Bisa Mengikuti Jejak Pierre-Emerick Aubameyang
Berita Transfer: Ada perbedaan antara perekrutan impian dan perekrutan yang cerdas. Kejutan terjadi Ketika Barcelona sepakat merekrut Gabriel Jesus.
Sepanjang musim panas, sosok impian Barcelona memiliki satu nama: Julian Alvarez. Hingga kini pun demikian. Namun, Atletico Madrid telah menutup pintu tersebut secara tegas, dengan menyatakan secara terbuka bahwa mereka tidak akan bernegosiasi dengan klub asal Catalunya itu.
Lalu, hampir tanpa diduga, muncul nama lain: Gabriel Jesus. Barcelona kini telah mencapai kesepakatan untuk merekrut pemain asal Brasil itu dari Arsenal dengan nilai paket sekitar €10 juta ditambah bonus-bonus tertentu, dan pemeriksaan medis dijadwalkan berlangsung besok.
Jika dilihat semata-mata dari sisi prestise atau daya tarik nama besar, langkah ini terasa seperti penurunan kualitas yang cukup signifikan dibandingkan Alvarez. Namun, mungkin bukan sudut pandang itu yang tepat untuk digunakan.
Barcelona tidak perlu berpura-pura bahwa Gabriel Jesus adalah sosok penerus jangka panjang bagi Robert Lewandowski. Bukan itu tujuan dari transfer ini.
Klub masih perlu mencari penyerang yang bisa menjadi tumpuan serangan untuk beberapa musim ke depan, namun pemain tersebut tidak harus didatangkan saat ini juga, terutama jika target ideal belum tersedia.
Gabriel Jesus menghadirkan sesuatu yang brbeda. Ia berusia 29 tahun, telah memasuki fase akhir kariernya di Arsenal, dan tidak lagi menjadi sosok yang tak tergantikan dalam proyek Mikel Arteta.
Kombinasi situasi tersebut membuat seorang pemain yang memiliki rekam jejak di Premier League, pengalaman di Liga Champions, serta pemahaman taktis tingkat tinggi tiba-tiba tersedia dengan harga yang relatif terjangkau.
Barcelona merekrut Jesus bukan karena ia adalah penyerang tengah terbaik di dunia sepak bola. Mereka merekrutnya karena harga dan profilnya dianggap masuk akal.
Di sinilah Barcelona memiliki preseden yang patut diingat. Pierre-Emerick Aubameyang juga datang dari Arsenal dalam situasi yang tidak biasa pada Februari 2022.
Ia tiba dengan banyak keraguan, dan Barça berupaya keras untuk merekrutnya di saat kondisi keuangan mereka sedang sangat sulit.
Penyerang asal Gabon itu sebenarnya tidak diproyeksikan untuk menjadi penyerang tengah Barcelona dalam jangka waktu lima tahun ke depan. Dan memang, hal itu tidak terjadi.
Sebaliknya, ia mencetak 13 gol dalam 24 penampilan resmi hanya dalam kurun waktu kurang dari empat bulan, termasuk dua gol dalam kemenangan 4-0 di laga El Clásico di Santiago Bernabeu.
Artikel Tag: Barcelona, Pierre-Emerick Aubameyang, Gabriel Jesus
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/bola/gabriel-jesus-bisa-mengikuti-jejak-pierre-emerick-aubameyang
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini