Granit Xhaka Kenang Masa Kecil Sulit Jelang Laga Swiss vs Kolombia

Penulis: Fery Andriyansyah
Senin 06 Jul 2026, 00:00 WIB - 108 views
Granit Xhaka ungkap kisah masa kecil yang membentuk jiwa kepemimpinan

Granit Xhaka ungkap kisah masa kecil yang membentuk jiwa kepemimpinan. (Foto: Alex Grimm/Getty Images)

Ligaolahraga.com -

Berita Piala Dunia: Granit Xhaka membagikan kisah masa kecil yang membentuk karakter kepemimpinannya menjelang laga Swiss menghadapi Kolombia pada perempat final Piala Dunia 2026. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung Rabu (8/7/2026) pukul 03.00 WIB di BC Place Vancouver, dengan Xhaka berpeluang membawa negaranya mencetak sejarah.

Kapten Swiss itu berkesempatan mengantarkan timnya lolos ke semifinal Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1954. Menjelang pertandingan penting tersebut, Granit Xhaka mengenang pengalaman hidup yang menurutnya menjadi fondasi kepemimpinan sejak masih kanak-kanak.

Dalam wawancara dengan Stan Sport Football awal tahun ini, Xhaka mengungkapkan bahwa dirinya mulai belajar memikul tanggung jawab sejak berusia empat tahun. Saat itu, kedua orang tuanya harus bekerja keras demi memenuhi kebutuhan keluarga setelah menetap di Swiss.

"Saya rasa saya sudah belajar tentang kepemimpinan sejak berusia empat tahun. Orang tua saya bekerja sepanjang hari, bahkan mengambil pekerjaan tambahan hanya agar kami bisa mendapatkan apa yang kami inginkan. Itu pula yang membuat kami bisa berada di posisi sekarang," ujar Xhaka.

"Saat berusia empat tahun saya sudah diberi kunci rumah. Sejak saat itu saya sudah memiliki tanggung jawab," lanjut gelandang berusia 33 tahun tersebut.

Xhaka, yang lahir di Swiss dari pasangan orang tua keturunan Albania, mengatakan dirinya dan sang kakak, Taulant Xhaka, kerap menghabiskan waktu berdua di rumah tanpa pendamping orang tua karena keduanya bekerja hampir sepanjang hari.

"Sekarang anak perempuan saya berusia enam dan empat tahun. Saya tidak bisa membayangkan mereka harus tinggal sendiri selama 18 jam seperti yang saya dan kakak saya alami dulu," katanya.

Ia kemudian menceritakan bagaimana sang ibu, Elmaze, memulai pekerjaan sejak pukul empat pagi, menyiapkan makan siang sebelum berangkat, pulang pada sore hari untuk memasak makan malam, lalu kembali bekerja di pekerjaan keduanya. Ayahnya, Ragip, juga menjalani rutinitas yang sama demi menghidupi keluarga.

"Ibu saya berangkat bekerja pukul empat pagi, menyiapkan makan siang sebelum pergi, pulang sekitar pukul tiga sore, lalu memasak makan malam sebelum berangkat lagi ke pekerjaan kedua. Ayah saya juga melakukan hal yang sama," tutur Xhaka dengan mata berkaca-kaca.

Pengalaman itulah yang diyakini Xhaka membentuk karakter kepemimpinannya hingga dipercaya mengenakan ban kapten Swiss. Kini, ia berharap dapat memanfaatkan pengalaman tersebut untuk membawa timnya melewati hadangan Kolombia dan mencatat sejarah baru di Piala Dunia 2026.

Artikel Tag: Granit Xhaka, Kolombia, Swiss, Piala Dunia, Piala Dunia 2026

Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/bola/granit-xhaka-kenang-masa-kecil-sulit-jelang-laga-swiss-vs-kolombia
108
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini