Javier Aguirre Tak Lagi Toleransi Rasa Gugup Pemain Meksiko
Javier Aguirre tuntut Meksiko tampil lebih tenang saat hadapi Korea Selatan. (Foto: CARL DE SOUZA / AFP via Getty Images)
Berita Piala Dunia: Pelatih Meksiko, Javier Aguirre, menegaskan tidak ada lagi alasan bagi para pemainnya untuk tampil gugup saat menghadapi Korea Selatan pada laga kedua Grup A Piala Dunia 2026. Setelah meraih kemenangan 2-0 atas Afrika Selatan di pertandingan pembuka, Aguirre ingin El Tri menunjukkan kualitas yang lebih baik ketika bertanding di hadapan pendukung sendiri.
Meksiko akan menghadapi Korea Selatan pada Jumat (19/6/2026) pagi WIB di Stadion Guadalajara. Kedua tim sama-sama mengoleksi tiga poin setelah memenangi laga pertama mereka, dengan Korea Selatan sebelumnya membalikkan keadaan untuk mengalahkan Republik Ceko 2-1.
Javier Aguirre mengakui banyak pemainnya tampil di bawah kemampuan terbaik saat melawan Afrika Selatan karena merasakan tekanan besar pada debut mereka di Piala Dunia. "Saya masih bisa memaklumi rasa gugup pada pertandingan pertama," ujar Aguirre.
"Namun saya sudah mengatakan kepada mereka bahwa saya tidak bisa lagi menerima pemain yang karena suasana pertandingan tidak mampu mengirim umpan tiga atau empat meter atau melakukan pergerakan yang sudah mereka latih sebelumnya."
Pelatih berusia 67 tahun itu menilai pengalaman dari laga pertama harus menjadi pelajaran penting bagi skuadnya. Menurut Aguirre, Meksiko membutuhkan ketenangan dan kepercayaan diri lebih besar jika ingin mempertahankan posisi di papan atas Grup A dan mendekati tiket menuju babak gugur.
Selain membahas kondisi timnya, Aguirre juga mengungkapkan ancaman terbesar yang dimiliki Korea Selatan. Ia menilai kecepatan serangan balik Taegeuk Warriors menjadi aspek yang paling berbahaya dan sudah menjadi fokus utama dalam persiapan Meksiko menjelang pertandingan.
"Kami sudah berlatih untuk meredam kecepatan pemain Korea Selatan saat menyerang. Kami harus tetap waspada ketika sedang menyerang. Jika ada dua pemain Korea Selatan di depan, maka harus ada setidaknya tiga pemain Meksiko yang siap mengantisipasi," ujar Aguirre.
Aguirre juga menyoroti perdebatan mengenai jeda minum yang kini menjadi bagian wajib dalam pertandingan Piala Dunia. Aturan tersebut awalnya diterapkan untuk melindungi pemain dari cuaca panas di Amerika Utara, tetapi belakangan mendapat kritik karena dianggap mengganggu ritme pertandingan.
Meski demikian, Aguirre justru melihat manfaat besar dari kebijakan tersebut. "Kami memanfaatkan aturan yang ada. Jeda itu memberi kesempatan kepada pelatih untuk memberikan instruksi ketika para pemain minum. Saya menggunakan waktu tersebut untuk memperbaiki hal-hal yang saya lihat di lapangan. Ini membantu kami karena tidak perlu lagi berteriak dari pinggir lapangan."
Menurut Aguirre, perkembangan teknologi juga telah mengubah cara sepak bola modern dimainkan. Ia menilai kehadiran VAR dan berbagai bantuan teknologi memberikan keuntungan bagi pelatih maupun pemain dalam memahami jalannya pertandingan secara lebih detail.
"Ini adalah jenis sepak bola yang berbeda dibandingkan saat saya masih bermain. Ada VAR dan perkembangan teknologi yang memungkinkan kami menerima gambar pertandingan saat jeda babak pertama. Saya pikir semua itu membuat sepak bola menjadi lebih baik," katanya.
Meski banyak hal berubah dalam sepak bola modern, Aguirre mengaku satu hal tetap sama, yaitu perasaan gugup menjelang pertandingan. Setelah lebih dari lima dekade berkecimpung di dunia sepak bola, ia masih merasakan ketegangan yang sama setiap kali mendampingi timnya bertanding.
"Saya sudah 50 tahun berada di sepak bola yang luar biasa ini dan saya masih merasakan kegugupan yang aneh sebelum setiap pertandingan. Pada hari saya tidak lagi merasakan hal itu, saya akan pulang ke rumah," ujar Javier Aguirre.
Artikel Tag: Piala Dunia, Korea Selatan, Meksiko, Piala Dunia 2026, Javier Aguirre
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/bola/javier-aguirre-tak-lagi-toleransi-rasa-gugup-pemain-meksiko
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini