Liam Rosenior Datang sebagai Manajer, Bukan Sekadar Pelatih Kepala
Liam Rosenior resmi memimpin Chelsea. (Foto: Darren Walsh/Getty Images)
Berita Liga Inggris: Liam Rosenior menegaskan bahwa ia tidak akan menerima tawaran Chelsea jika tidak yakin datang sebagai manajer, bukan hanya pelatih kepala. Pernyataan ini muncul di tengah sorotan soal berkurangnya pengaruh pelatih kepala dalam pengambilan keputusan klub, terutama terkait urusan non-teknis dan transfer.
Kepergian Enzo Maresca dari Chelsea serta Ruben Amorim dari Manchester United sebelumnya memunculkan perdebatan tentang batas kewenangan seorang pelatih kepala. Hubungan Maresca dengan jajaran petinggi The Blues dikabarkan merenggang setelah ia menginginkan peran lebih besar dalam keputusan klub usai mempersembahkan dua trofi. Amorim bahkan sempat menegaskan di konferensi pers bahwa ia direkrut sebagai “manajer, bukan sekadar pelatih kepala”.
Liam Rosenior mengaku situasinya berbeda. Ia sudah memahami struktur Chelsea karena pernah bekerja dengan BlueCo, konsorsium pemilik klub yang juga mengelola Strasbourg—tim yang ia tinggalkan demi hijrah ke Stamford Bridge. “Kita lihat saja,” kata Rosenior saat ditanya apakah ia benar-benar berperan sebagai manajer. “Saya tidak akan duduk di sini jika saya tidak yakin menjadi manajer dan tidak mampu menangani hal-hal itu.”
Yang ia maksud adalah kemampuan mengelola ke atas serta terlibat dalam keputusan klub. Menurutnya, taktik dan sistem permainan hanya sebagian kecil dari pekerjaan.
“Menjadi pelatih kepala, orang bicara soal sistem dan taktik. Itu hanya sepuluh persen dari pekerjaan. Tugas utama adalah membangun spirit, energi, dan budaya. Entah disebut pelatih kepala atau manajer, pekerjaannya sama,” ujarnya. “Tugas saya adalah membentuk tim yang berlari, berjuang satu sama lain, bermain dengan semangat dan kualitas. Itu fokus saya.”
Rosenior juga memberi jaminan bahwa ia akan dilibatkan dalam penentuan target transfer Chelsea ke depan, meski sebelumnya Maresca pernah mengeluhkan permintaannya soal bek tengah yang tak terpenuhi.
“Saya cukup beruntung pernah bekerja dengan mereka dan terbiasa berkolaborasi, jadi saya paham prosesnya,” jelas Rosenior. “Prosesnya seharusnya memang kolaboratif—memberi pendapat, dan semua yang terlibat menginginkan yang terbaik untuk klub. Begitulah cara kami bekerja di Strasbourg.”
Ia menambahkan, selama di Strasbourg tidak ada satu pun pemain yang direkrut tanpa persetujuannya. “Saya tidak mendapatkan satu pemain pun yang tidak saya inginkan. Bagi saya, ini bukan soal apa yang dibicarakan di luar. Saya punya pengalaman langsung bekerja dengan mereka, dan mereka luar biasa bagi saya.”
Artikel Tag: Liam Rosenior, Chelsea, Premier League
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/bola/liam-rosenior-datang-sebagai-manajer-bukan-sekadar-pelatih-kepala
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini