Mads Hermansen Soroti Tekanan Besar di West Ham United
Mads Hermansen nilai ekspektasi West Ham jauh berbeda. (Foto: Getty Images)
Berita Liga Inggris: Situasi sulit kembali menghampiri Mads Hermansen di Premier League. Setelah terdegradasi bersama Leicester City musim lalu, kiper asal Denmark itu kini menghadapi ancaman serupa bersama West Ham United. Ia diperkirakan tetap menjadi starter saat timnya bertandang ke markas Fulham pada Kamis (5/3/2026) dini hari WIB, meski baru saja kebobolan lima gol dalam kekalahan dari Liverpool di Anfield.
Hermansen direkrut dengan nilai 20 juta poundsterling pada Agustus lalu, tak lama setelah Leicester finis di peringkat ke-18. Di West Ham, ia sempat tersisih selama lima bulan sebelum kembali dipercaya oleh pelatih kepala Nuno Espirito Santo. Meski hasil terakhir mengecewakan, ia tetap berpeluang mempertahankan posisinya di bawah mistar.
Dalam wawancara bersama Viaplay, Hermansen mengakui ada perbedaan besar antara situasi di West Ham dan Leicester, terutama soal tekanan eksternal. “Saya bisa merasakan bahwa ekspektasi dari luar jauh lebih besar di West Ham dibanding di Leicester,” ujarnya. “Hal itu juga membuat klub dan lingkungan sekitarnya dipenuhi rasa kecewa karena posisi kami saat ini.”
Ia menilai pengalamannya musim lalu justru menjadi modal penting dalam menghadapi fase krusial musim ini. “Tahun lalu, saya berada dalam situasi yang sama – bahkan mungkin lebih sulit. Saya pikir pengalaman bahwa setiap pertandingan sangat penting karena situasi bisa berubah cepat dan tim lain juga meraih kemenangan sangat membantu saya. Pengalaman bahwa ini adalah ‘sekarang atau tidak sama sekali’ bagus untuk dibawa.”
Menurut laporan The Athletic, Mads Hermansen sempat berdiskusi dengan Axel Disasi dan Konstantinos Mavropanos setelah kekalahan 2-5 dari Liverpool. West Ham United memang tampil agresif menyerang, namun lini belakang runtuh akibat tiga gol dari situasi bola mati di babak pertama.
Statistik menunjukkan West Ham telah kebobolan 16 gol dari bola mati di Premier League musim ini, angka tertinggi bersama Bournemouth. Banyak di antaranya terjadi ketika Hermansen berdiri di bawah mistar. Kini menghadapi Fulham yang memiliki sejumlah pemain kuat di udara seperti Raul Jimenez, Issa Diop, dan Calvin Bassey, ancaman bola mati kembali menjadi perhatian serius.
The Hammers telah mengoleksi 25 poin dari 28 pertandingan, setara dengan total poin akhir Leicester musim lalu. Namun apakah jumlah itu cukup untuk menyelamatkan mereka, masih menjadi pertanyaan besar menjelang fase penentuan musim.
Artikel Tag: West Ham United, Mads Hermansen
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/bola/mads-hermansen-soroti-tekanan-besar-di-west-ham-united
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini