Matthias Jaissle Balas Prediksi Newcastle Bakal Terdegradasi
Matthias Jaissle tak peduli Newcastle United disebut kandidat degradasi. (Foto: Serena Taylor/Getty Images)
Berita Liga Inggris: Matthias Jaissle menegaskan dirinya tidak peduli dengan prediksi yang menyebut Newcastle United berpeluang terdegradasi dari Premier League musim ini. Newcastle memang menghadapi banyak perubahan setelah Eddie Howe pergi dan sejumlah pemain penting meninggalkan klub, tetapi Jaissle meminta skuadnya mengabaikan penilaian dari luar dan berkonsentrasi pada pekerjaan mereka sendiri.
Perubahan besar terjadi di St James' Park sepanjang musim panas. Matthias Jaissle menggantikan Eddie Howe sebagai manajer, sementara Newcastle United mendatangkan enam pemain baru yang seluruhnya berusia maksimal 24 tahun. Situasi tersebut membuat skuad The Magpies memiliki wajah lebih muda, sekaligus memunculkan keraguan dari sejumlah pengamat mengenai kemampuan mereka bersaing di Premier League.
Jaissle tidak ingin prediksi tersebut memengaruhi persiapan tim. "Saya tidak tahu bagaimana mereka menempatkan kami atau bagaimana mereka menempatkan saya. Sejujurnya, dengan segala hormat, saya tidak peduli. Itu bukan sesuatu yang bisa saya pengaruhi, yaitu pendapat orang lain," kata Jaissle.
Manajer asal Austria tersebut menegaskan Newcastle hanya dapat mengendalikan hal-hal yang berada dalam jangkauan mereka. Ia ingin para pemain tetap fokus pada latihan dan pertandingan, tanpa membiarkan pemberitaan negatif mengganggu perjalanan mereka sepanjang musim. Pendekatan tersebut akan menjadi prinsip utama Newcastle ketika menghadapi berbagai tekanan yang muncul selama kompetisi.
"Untuk membawa pemahaman itu ke dalam ruang ganti, saya pikir bijaksana bagi kami untuk menghindari hal-hal negatif dari luar, dan memang ada hal negatif," lanjut Jaissle. Menurutnya, pemain akan mudah menemukan berbagai komentar tersebut melalui surat kabar, media, dan terutama media sosial yang terus menyoroti kondisi Newcastle.
Newcastle United mendatangkan Lukas Hornicek dan Amar Dedic yang sama-sama berusia 24 tahun, Ewen Jaouen berusia 20 tahun, serta Aladji Bamba dan Bazoumana Toure. Sean Steur menjadi rekrutan termuda dengan usia 18 tahun. Perombakan tersebut membuat Newcastle memiliki fondasi skuad yang jauh lebih muda dibandingkan sebelumnya.
Kondisi tersebut membuat Jaissle menyadari dirinya mungkin perlu melindungi para pemain muda dari tekanan yang muncul sepanjang musim. Premier League menghadirkan sorotan besar, sementara para pemain muda Newcastle juga memiliki ambisi dan tekanan internal untuk memenuhi target yang mungkin belum pernah mereka hadapi sebelumnya.
"Selalu bagus ketika Anda memiliki pemain muda untuk tidak memberikan tekanan tambahan dari luar kepada mereka. Mereka sudah memiliki banyak tekanan dan menciptakan banyak tekanan untuk diri sendiri," ujar Jaissle. Ia menilai dukungan internal sangat penting agar pemain muda dapat berkembang tanpa terbebani ekspektasi yang berlebihan.
Matthias Jaissle juga menegaskan seluruh pemain mendapatkan kepercayaan penuh darinya. "Dari sisi saya, mereka mendapatkan kepercayaan, komitmen, keyakinan, dan rasa hormat penuh terhadap perjalanan yang mereka jalani. Akan menyenangkan jika para suporter dan media bisa melihatnya dengan cara yang sama," katanya.
Menjelang pertandingan melawan Liverpool, Newcastle masih memiliki beberapa hari untuk menyempurnakan persiapan. Jaissle ingin timnya tetap berpegang pada prinsip mengendalikan hal-hal yang dapat mereka kendalikan, lalu memberikan performa terbaik ketika pertandingan berlangsung. Bagi sang manajer, hasil di lapangan jauh lebih penting daripada prediksi yang berkembang sebelum musim dimulai.
Artikel Tag: Premier League, Newcastle United, Matthias Jaissle
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/bola/matthias-jaissle-balas-prediksi-newcastle-bakal-terdegradasi
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini