Matthias Jaissle Kenang Warisan Kevin Keegan di Newcastle

Penulis: Fery Andriyansyah
Rabu 12 Agu 2026, 21:40 WIB - 152 views
Matthias Jaissle ingin bawa Newcastle United menuju era baru

Matthias Jaissle ingin bawa Newcastle United menuju era baru. (Foto: Stu Forster/Getty Images)

Ligaolahraga.com -

Berita Liga Inggris: Matthias Jaissle mengaku tidak perlu diingatkan mengenai besarnya warisan Kevin Keegan di Newcastle United menjelang pertandingan pertamanya sebagai manajer di St James' Park. Newcastle akan menghadapi Liverpool pada 23 Agustus dalam laga yang diperkirakan berlangsung emosional setelah Keegan meninggal dunia pada Juli lalu.

Kevin Keegan merupakan sosok legendaris bagi Newcastle dan memiliki hubungan kuat dengan para suporter. Sepanjang pramusim, penghormatan kepada sang legenda telah terlihat melalui berbagai penghormatan dari publik Newcastle. Pertandingan melawan Liverpool nantinya diperkirakan menjadi kesempatan besar bagi klub untuk memberikan salam perpisahan kepada Keegan.

Matthias Jaissle memahami arti penting momen tersebut dan menyadari atmosfer di stadion akan sangat berbeda dari pertandingan biasa. Ia juga berharap pertandingan tersebut dapat menjadi awal positif bagi masa kerjanya di Newcastle United.

"Saya langsung mendengarnya karena dia adalah legenda besar, dan saya langsung tahu dampak yang dia miliki terhadap klub tersebut. Saya pikir pertandingan melawan Liverpool juga akan menjadi kesempatan yang sangat spesial. Saya mendengar akan ada beberapa hal khusus yang direncanakan dan pasti akan sangat emosional. Namun, saya menyadari warisan yang dia tinggalkan," ujar Jaissle.

Selain Kevin Keegan, Jaissle juga memiliki sosok lain yang ingin dijadikannya inspirasi dalam menjalankan tugas barunya. Manajer asal Jerman tersebut memiliki hubungan lama dengan Thomas Tuchel, yang pernah menjadi pelatihnya ketika Jaissle masih menjadi pemain muda di Stuttgart.

Tuchel kemudian membangun reputasi sebagai salah satu manajer top Eropa. Ia membawa Chelsea menjuarai Liga Champions sebelum mengambil alih timnas Inggris dan memimpin The Three Lions meraih pencapaian terbaik mereka di Piala Dunia sejak 1966.

"Hubungan itu tentu ada dan sudah berlangsung lama. Dia adalah pelatih saya ketika saya masih menjadi pemain muda di Stuttgart, jadi ini cerita yang cukup menarik. Dia menjadi bagian dari alasan mengapa saya berkembang dengan cukup baik ketika masih muda," kata Jaissle.

Jaissle memiliki kekaguman besar terhadap Tuchel dan berharap dapat terus menjaga komunikasi dengan mantan pelatihnya tersebut. Pengalaman Tuchel di Premier League dianggap bisa menjadi sumber informasi penting bagi Jaissle ketika menjalani musim pertamanya di Inggris.

"Dia adalah manajer luar biasa dan saya sangat mengaguminya. Saya sangat menghargai apa yang sudah dia lakukan dan apa yang pasti akan dia lakukan di masa depan. Dia adalah pelatih yang sangat spesial dan sangat bagus. Saya ingin tetap berhubungan dengannya dan juga mendapatkan wawasan darinya mengenai liga ini. Itu sesuatu yang pasti ingin saya manfaatkan," lanjut Jaissle.

Jaissle juga menjelaskan pesan utama yang diterimanya ketika mengambil alih Newcastle. Klub memiliki ambisi besar, tetapi manajer berusia 38 tahun itu memahami bahwa perubahan besar membutuhkan waktu dan tidak dapat menghasilkan kesuksesan secara instan.

"Bahwa kami ambisius? Itu yang paling penting dan itulah alasan saya memutuskan datang ke sini. Namun, hal ini tidak akan terjadi dalam semalam, terutama ketika Anda sedang berada dalam fase transisi yang besar," tegas Jaissle.

Menurutnya, Newcastle United membutuhkan tujuan dan visi yang jelas. Manajemen, staf, pemain dan suporter harus bergerak dalam arah yang sama agar proyek baru tersebut dapat berjalan dengan baik.

"Anda membutuhkan tujuan yang jelas, visi yang jelas mengenai ke mana kami ingin pergi. Itu dimulai dari para pengambil keputusan, manajemen dan jajaran direksi. Jika kemudian ada sinergi dengan suporter, staf dan pemain, semua orang terlibat untuk menuju ke sana. Saya cukup yakin itu bisa menjadi kisah yang sukses," tambahnya.

Matthias Jaissle tidak ingin membebani tim dengan target jangka panjang setiap hari. Ia memilih memecah ambisi besar Newcastle United menjadi tugas-tugas kecil yang dapat dikendalikan dalam keseharian.

"Namun, kami membutuhkan waktu sekarang. Kami hanya bisa melakukan yang terbaik setiap hari, memecahnya dari tujuan jangka panjang. Apa yang paling penting hari ini? Apa yang paling penting besok? Jika kami memiliki pendekatan seperti itu, saya sangat optimistis kami akan bergerak ke arah yang benar," tutup Jaissle.

Artikel Tag: Newcastle United, Kevin Keegan, Matthias Jaissle

Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/bola/matthias-jaissle-kenang-warisan-kevin-keegan-di-newcastle
152
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini