Michael Duberry Pernah Main di Final Eropa dalam Kondisi Lumpuh Wajah

Penulis: Fery Andriyansyah
Jumat 13 Mar 2026, 19:00 WIB - 143 views
Michael Duberry bermain final Eropa meski terkena Bell’s Palsy

Michael Duberry bermain final Eropa meski terkena Bell’s Palsy. (Foto: Ben Curtis - PA Images/PA Images via Getty Images)

Ligaolahraga.com -

Berita Sepak Bola: Michael Duberry mengungkap kisah mengejutkan dari final Cup Winners’ Cup 1998 saat ia masih memperkuat Chelsea. Mantan bek The Blues tersebut mengaku tetap bermain di laga puncak kompetisi Eropa itu meskipun sedang menderita Bell’s Palsy, sebuah kondisi yang menyebabkan kelumpuhan sementara pada otot wajah.

Chelsea menghadapi Stuttgart pada final yang berlangsung di Stockholm pada 13 Mei 1998. Dalam pertandingan tersebut, The Blues menang tipis 1-0 berkat gol Gianfranco Zola, sekaligus memastikan gelar Eropa bagi klub London tersebut.

Tim Chelsea saat itu diperkuat sejumlah pemain ternama seperti Frank Leboeuf, Gianfranco Zola, Dennis Wise, Gus Poyet, Roberto Di Matteo, dan Gianluca Vialli. Michael Duberry tampil sebagai starter di jantung pertahanan dan bermain penuh selama 90 menit meskipun menghadapi kondisi fisik yang tidak ideal.

Michael Duberry mengungkap bahwa dua pekan sebelum pertandingan final tersebut ia didiagnosis mengalami Bell’s Palsy, kondisi yang membuat salah satu sisi wajahnya mengalami kelumpuhan. “Tidak banyak orang yang tahu cerita ini. Dua minggu sebelum final Cup Winners’ Cup saya terkena Bell’s Palsy,” ungkap Duberry dalam podcast SACKED!.

Ia menceritakan bagaimana kondisi tersebut pertama kali disadarinya ketika seseorang meminta dirinya melihat wajahnya di cermin. “Seseorang berkata kepada saya, ‘lihat wajahmu.’ Awalnya saya kira hanya bercanda. Tapi ketika saya melihat ke cermin di kamar mandi, saya tidak bisa menggerakkan wajah saya,” katanya.

Duberry kemudian segera menghubungi fisioterapis dan dokter klub Chelsea untuk memeriksakan kondisinya. Ia mengaku sempat panik karena tidak mengetahui berapa lama kondisi tersebut akan berlangsung. “Dokter mengatakan saya terkena Bell’s Palsy. Saya bahkan tidak tahu apa itu. Saya bertanya berapa lama kondisi ini berlangsung, karena kami akan memainkan final besar,” ujarnya.

Meski menghadapi situasi sulit, Duberry memutuskan untuk tetap fokus pada pertandingan final dan tidak ingin menjadi titik lemah di tim yang dipenuhi pemain internasional. “Saya berpikir jangan sampai ini mengganggu saya. Saya pemain muda saat itu dan tidak ingin menjadi titik lemah di tim,” katanya.

Chelsea akhirnya memenangkan pertandingan tersebut berkat gol tunggal Gianfranco Zola. Duberry mengatakan momen perayaan setelah pertandingan selalu mengingatkannya pada perjuangan yang ia lalui sebelum laga. “Ketika orang melihat foto perayaan itu, mereka melihat kemenangan dan kebahagiaan. Tapi bagi saya, itu adalah simbol ketahanan dan perjuangan,” ungkapnya.

Ia menilai keberhasilannya bermain di final besar sambil menghadapi Bell’s Palsy sebagai salah satu pencapaian terbesar dalam hidupnya. “Mengalami Bell’s Palsy lalu bermain di final besar dan memenangkan trofi adalah salah satu hal terbesar yang pernah saya lewati dalam hidup,” tutup Duberry.

Artikel Tag: Chelsea

Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/bola/michael-duberry-pernah-main-di-final-eropa-dalam-kondisi-lumpuh-wajah
143
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini