Nainggolan Ungkap Monchi Bermain Dua Muka, Siap Kembali ke Roma atau Inter
Nainggolan Ungkap Monchi Bermain Dua Muka, Siap Kembali ke Roma atau Inter - sumber: (footballitalia)
Berita Liga Italia: Radja Nainggolan, mantan bintang AS Roma dan Inter Milan, masih bernostalgia dengan kenangan masa lalunya di Serie A. Nainggolan mengungkapkan bahwa dia merasa masih bisa bermain untuk kedua tim tersebut, dan tidak akan meninggalkan Giallorossi jika bukan karena Monchi. "Dia bermain dua peran dan bahkan ingin menjual Edin Dzeko ke Chelsea," ungkap Nainggolan.
Malam ini, Roma dan Inter akan bertemu dalam laga besar di Stadio Olimpico pada pukul 18:00 CET dalam lanjutan Serie A putaran kelima. Kedua tim ini adalah satu-satunya yang meraih 12 poin dalam empat laga awal. Inter dikenal dengan serangan mematikan, mencetak 13 gol, sementara Roma memiliki pertahanan kokoh, hanya kebobolan satu gol.
Nainggolan merasa yakin bahwa dirinya masih mampu berkontribusi dalam pertandingan besar seperti Roma vs. Inter. "Saya merasa masih bisa bermain, baik sebagai gelandang serang maupun box-to-box," katanya dengan optimis. Saat ini, Nainggolan bermain untuk Patro Eisden di divisi kedua Belgia dan telah mencetak dua gol dalam lima laga musim ini.
Menurutnya, sepak bola kini lebih mudah, baik dari sisi peraturan maupun level permainan. "Saya masih bugar dan ingin sekali kembali beraksi. Saat berada di Olimpico untuk menyaksikan Roma melawan Fiorentina, saya benar-benar ingin mengenakan sepatu bola lagi," tuturnya penuh semangat.
Nainggolan juga memberikan pandangannya tentang pertandingan malam ini. "Ini akan menjadi pertandingan yang hebat dan penuh tekanan antara dua tim yang menyukai sepak bola menyerang. Inter tetap lebih kuat, tidak ada tandingannya di Italia dalam hal kedalaman skuad. Namun, Roma telah menemukan kestabilan dan identitas di bawah asuhan Gasperini. Dybala bisa menjadi pembeda dalam laga ini," ujarnya.
Meski pernah memperkuat Inter, Nainggolan mengaku hatinya tetap di Roma. "Roma adalah tempat di mana saya bisa mengekspresikan diri sepenuhnya. Saya tidak akan pernah pergi jika bukan karena Monchi, direktur olahraga yang memainkan peran ganda," ungkapnya. Monchi, diakuinya, ingin merombak skuad yang dibangun Walter Sabatini untuk membentuk tim versinya sendiri, termasuk mencoba menjual Dzeko ke Chelsea.
Nainggolan mengingat momen ketika Roma baru saja mencapai semifinal Liga Champions melawan Liverpool. "Kami adalah tim yang hebat dan merasa bisa berkembang lebih jauh," katanya. Setelah pindah ke Inter, Nainggolan kembali bertemu dengan Luciano Spalletti. "Saya berterima kasih padanya karena bersamanya saya menulis bab terindah dalam karier saya," kenangnya.
Namun, setelah musim pertamanya, Spalletti meninggalkan Inter dan Antonio Conte mengambil alih. "Saya harus membayar harga atas kepergian Spalletti. Conte langsung mengatakan bahwa saya bukan bagian dari rencananya. Tidak seperti Monchi, Antonio berbicara langsung kepada saya dan saya menghargai penilaiannya," imbuh Nainggolan. Conte sebelumnya sempat ingin merekrut Nainggolan ke Chelsea, namun tidak tertarik membawanya ke Inter. "Mungkin dia masih marah karena penolakan itu, tapi bukan hanya itu. Saya juga menolak tawaran besar dari China demi tetap di Roma," pungkas Nainggolan.
Artikel Tag: Roma, Radja Nainggolan, Monchi
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/bola/nainggolan-ungkap-monchi-bermain-dua-muka-siap-kembali-ke-roma-atau-inter
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini