Oliver Glasner Tinggalkan Crystal Palace dengan Warisan Bersejarah
Oliver Glasner tutup era emas bersama Crystal Palace. (Foto: Robbie Jay Barratt - AMA/Getty Images)
Berita Sepak Bola: Oliver Glasner resmi menutup perjalanannya bersama Crystal Palace dengan cara yang nyaris sempurna. Pelatih asal Austria itu meninggalkan Selhurst Park setelah membawa The Eagles meraih gelar UEFA Conference League sekaligus mempersembahkan trofi Eropa pertama dalam sejarah klub London Selatan tersebut.
Crystal Palace memastikan gelar Conference League setelah mengalahkan Rayo Vallecano pada Kamis (28/5/2026) dini hari WIB. Gol tunggal Jean-Philippe Mateta menjadi penentu kemenangan The Eagles dalam laga final yang sekaligus menjadi pertandingan terakhir Oliver Glasner bersama klub.
Glasner mulai menangani Crystal Palace pada Februari 2024 dan langsung membawa perubahan besar dalam waktu relatif singkat. Dalam dua tahun masa kepemimpinannya, ia sukses menghadirkan tiga trofi utama untuk Palace dan mengubah status klub menjadi salah satu kisah paling mengejutkan dalam sepak bola Inggris beberapa musim terakhir.
Trofi pertama Glasner datang saat Crystal Palace mengejutkan Manchester City di final Piala FA musim lalu. Setelah itu Palace kembali meraih gelar Community Shield usai mengalahkan Liverpool lewat adu penalti sebelum akhirnya menutup era Glasner dengan trofi UEFA Conference League di Leipzig.
Meski berhasil mencatat sejarah luar biasa, Glasner memilih merendah saat berbicara setelah pertandingan final. Ia menegaskan keberhasilan tersebut bukan hanya soal dirinya, melainkan hasil kerja bersama seluruh pemain dan staf yang bekerja keras sejak hari pertama ia datang ke Crystal Palace.
“Saya melihat diri saya sebagai bagian dari grup ini,” ujar Glasner. “Sebagai pelatih Anda tidak bisa melakukan semuanya sendirian. Anda membutuhkan staf yang hebat, pemain hebat, dan orang-orang hebat yang selalu bekerja keras bersama.”
Pelatih berusia 51 tahun itu mengatakan dirinya selalu mencoba membangun mentalitas bahwa semua hal mungkin terjadi jika tim mau bekerja keras dan percaya pada proses. Menurutnya, keberhasilan Palace musim ini adalah hasil nyata dari kerja keras yang terus dilakukan bersama-sama selama dua tahun terakhir.
“Saya selalu percaya jika Anda berinvestasi dalam sesuatu, Anda akan mendapatkan hasilnya,” katanya. “Hari ini kami mendapatkan balasannya.”
Glasner juga mengaku sangat emosional meninggalkan Crystal Palace karena merasa memiliki hubungan spesial dengan para pemain dan suporter. Ia bahkan menyebut pengalaman selama melatih Palace sebagai salah satu periode terbaik dalam hidupnya bersama keluarga.
“Anda mendengar para suporter mengatakan kami memberi mereka hari terbaik dalam hidup mereka,” ujarnya. “Tetapi saya juga harus berterima kasih kepada para pemain karena mereka memberi saya dan keluarga saya momen luar biasa dalam hidup kami.”
Meski akan meninggalkan Palace, Glasner percaya klub tersebut masih memiliki masa depan cerah. Ia yakin kisah sukses The Eagles tidak akan berhenti sampai di sini dan akan terus berlanjut bersama generasi berikutnya setelah era kepelatihannya berakhir musim panas ini.
Artikel Tag: Crystal Palace, Conference League, Oliver Glasner
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/bola/oliver-glasner-tinggalkan-crystal-palace-dengan-warisan-bersejarah
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini