Persebaya Surabaya Jalani Tes CMJ Usai 99th Anniversary Game
Latihan Persebaya Surabaya pasca 99th Anniversary Game kontra PSIS Semarang/foto dok Persebaya Surabaya
Berita Super League: Skuat Persebaya Surabaya langsung jalani tes Counter Movement Jump (CMJ) usai melakoni laga pramusim 99th Anniversary Game melawan PSIS Semarang.
Langkah ini diambil tim pelatih dan medis untuk mengukur kapasitas neuromuskular serta tingkat kelelahan fisik pemain secara akurat.
Langkah pemulihan berbasis data ini krusial untuk mematangkan persiapan tim menjelang bergulirnya kompetisi Super League musim 2026/2027.
Pelatih fisik Persebaya Surabaya, Diogo Carvalho menjelaskan pentingnya instrumen pemantauan kondisi fisik tersebut dalam menjaga kesiapan bertanding para pemain.
"Tes CMJ menjadi salah satu instrumen penting bagi kami untuk memantau kondisi fisik pemain. Melalui tes ini, kami bisa mendapatkan data yang akurat mengenai kapasitas neuromuskular, tingkat kelelahan, serta kesiapan pemain untuk menjalani latihan maupun pertandingan," tutur Diogo Carvalho seperti dikutip dari laman resmi klub.
Pelatih asal Portugal itu menegaskan bahwa hasil tes akan dibandingkan dengan data acuan awal musim guna mengantisipasi risiko cedera.
"Kami memiliki data awal atau nilai acuan dari setiap pemain. Setelah itu, hasil tes akan dibandingkan dengan data tersebut untuk melihat perubahan kondisi fisik mereka. Dari sana kami bisa mengetahui apakah pemain berada dalam kondisi optimal, mengalami kelelahan, atau memiliki risiko cedera," imbuhnya.
Pelaksanaan tes ini memanfaatkan teknologi VALD Performance dengan pendampingan Performance Coach DBL Academy, Muhammad Nur Rofik. Perangkat ini merekam daya ledak maksimum pemain secara rinci.
"Melalui sistem VALD Performance, kami bisa memperoleh data yang cukup lengkap. Tidak hanya tinggi lompatan, tetapi juga peak power atau daya ledak maksimum yang dihasilkan pemain saat melakukan lompatan," ujarnya.
Rofik menambahkan analisis tersebut berfokus pada dua jenis parameter utama.
"Kami dapat melihat dua jenis data peak power, yaitu nilai absolut dan nilai relatif terhadap berat badan pemain. Dari data tersebut, kami bisa mengetahui kapasitas fisik masing-masing pemain secara lebih detail dan objektif," ungkapnya.
Gerakan lompatan dinilai sangat relevan dengan dinamika sepak bola modern di Super League musim depan.
"Dalam sepak bola, sebagian besar aktivitas fisik melibatkan anggota tubuh bagian bawah. Gerakan pada tes CMJ memiliki mekanisme yang cukup merepresentasikan tuntutan permainan, sehingga sangat relevan digunakan untuk mengukur kapasitas fisik pemain sepak bola," katanya.
Evaluasi fisik pada H+2 laga ini krusial bagi Persebaya Surabaya sebelum terjun ke Piala Presiden 2026 dan Super League.
"Tes kali ini dilakukan pada H+2 setelah pertandingan, sehingga kami bisa melihat bagaimana respons fisik pemain setelah menjalani beban kompetisi. Hasilnya bisa meningkat atau menurun, tergantung kondisi masing-masing pemain. Dari situ kami membuat catatan dan rekomendasi yang kemudian menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih dan tim medis," pungkas dia.
Artikel Tag: Persebaya Surabaya, Super League
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/bola/persebaya-surabaya-jalani-tes-cmj-usai-99th-anniversary-game
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini