Persita Tangerang Tak Mampu Capai Target Karena Sejumlah Alasan
Skuat Persita Tangerang dinilai belum mampu capai target di kompetisi/foto dok Persita Tangerang
Berita Super League: Berakhirnya kompetisi kasta tertinggi sepak bola tanah air, Super League musim 2025/2026, menjadi momen krusial bagi manajemen dan tim kepelatihan Persita Tangerang.
Langkah evaluasi menyeluruh langsung diambil demi membedah performa tim yang dinilai gagal memenuhi ekspektasi. Pendekar Cisadane harus puas menyudahi kompetisi di peringkat ke-10 dengan raihan 45 poin, hasil dari 13 kemenangan, 6 hasil imbang, dan 15 kekalahan.
Pelatih Persita Tangerang, Carlos Pena mengakui bahwa pencapaian timnya pada Super League musim 2025/2026 jauh dari kata memuaskan.
"Kita tidak bisa puas dengan musim yang telah kita lalui karena kita belum mencapai target yang telah kita tetapkan. Setelah awal yang sulit, tim berhasil menunjukan konsistensi dalam bermain dan bahkan mencapai posisi lima besar selama beberapa pekan," kata Carlos Pena seperti dikutip dari laman resmi klub.
Namun, grafik performa Muhammad Toha dan kawan-kawan melorot tajam menjelang akhir kompetisi akibat faktor internal dan eksternal.
"Namun pada dua bulan terakhir musim ini tidak berjalan baik bagi kita. Kita menghadapi banyak kesulitan, terutama saat harus bermain di luar Indomilk Arena dan mengalami beberapa masalah cedera yang secara signifikan menghambat kita di fase akhir musim ini. Performa kita di bagian akhir musim ini tidak sesuai harapan, dan kita harus menggunakan ini sebagai pengalaman untuk belajar dan memotivasi tim untuk musim depan," lanjutnya.
Meski gagal menembus papan atas, Carlos Pena tetap mengapresiasi lonjakan performa para pilar muda Persita Tangerang yang berani tampil lepas di bawah tekanan laga besar.
"Di sisi lain, beberapa pemain muda telah tampil baik selama musim ini dan telah mendapatkan tempat di tim untuk musim depan. Mereka harus menjadi masa depan klub dan kita harus terus memberi mereka kesempatan. Kita harus terus membangun mentalitas juara dan menjadi lebih baik di musim depan," ujar dia.
Setelah kompetisi berakhir, sang pelatih langsung membidik bursa transfer sebagai solusi konkret. Sektor juru gedor menjadi sorotan utama karena dianggap menjadi salah satu alasan kuat mengapa target klub meleset.
"Kita telah mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan tim musim ini, dan sekarang kita perlu sangat tepat dalam merekrut pemain baru yang akan memungkinkan kita untuk meningkatkan level tim," ungkapnya.
"Di lini depan, para striker yang kami rekrut belum menunjukkan performa sesuai harapan karena berbagai alasan, dan itu adalah sesuatu yang harus kami atasi jika ingin sukses musim depan. Kami juga perlu terus bekerja pada mentalitas semua pemain untuk mendapatkan konsistensi dan terus berkembang. Tidak mudah bersaing dengan anggaran besar di liga ini, dan itu akan menjadi tantangan besar lainnya bagi kami," paparnya.
Faktor non-teknis seperti sokongan suporter di stadion juga menjadi perhatian besar. Carlos Pena menegaskan bahwa kehadiran basis massa setia merupakan motor penggerak utama bagi Persita Tangerang.
"Saya ingin berterima kasih kepada semua penggemar Persita atas dukungan dan harapan tinggi yang telah mereka tunjukkan kepada kami sepanjang musim. Penting bagi kita untuk menikmati saat-saat baik bersama dan bersikap kritis terhadap diri sendiri selama masa-masa sulit," ujarnya.
"Kami menghargai kritik dan dukungan Anda yang tak tergoyahkan. Tidak mudah bermain jauh dari mereka di akhir musim ini dan menderita karena hasil yang buruk. Kami berjanji akan memberikan yang terbaik lagi musim depan dan berjuang untuk lambang ini seperti pejuang," pungkas pelatih berkebangsaan Spanyol tersebut.
Artikel Tag: persita tangerang, Super League, carlos pena
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/bola/persita-tangerang-tak-mampu-capai-target-karena-sejumlah-alasan
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini