Radja Nainggolan Akui Menyesal Tak Jadi Pemain Timnas Indonesia
Radja Nainggolan saat tampil membela Bhayangkara FC
Berita Timnas - Mantan pemain Timnas Belgia, Radja Nainggolan, mengungkapkan penyesalannya karena tidak pernah membela Timnas Indonesia selama aktif sebagai pesepak bola. Dalam wawancara dengan media Belgia, ia mengaku kini melihat sepak bola Indonesia secara berbeda dan membayangkan peluang berkarier selama 15 tahun bersama skuad Garuda.
Radja Nainggolan sebenarnya memiliki kesempatan untuk membela Timnas Indonesia, tetapi ia tidak pernah serius mempertimbangkan pilihan tersebut ketika masih aktif bermain di level internasional. Pada masa itu, sepak bola Indonesia belum memberikan perspektif yang menarik baginya.
Perubahan pandangan tersebut terjadi setelah Radja datang ke Indonesia dan bergabung dengan Bhayangkara FC. Pengalaman itu membuat mantan gelandang AS Roma dan Inter Milan tersebut melihat besarnya antusiasme masyarakat terhadap sepak bola nasional.
Salah satu hal yang paling menarik perhatiannya adalah fanatisme suporter. Radja mengaku kagum melihat puluhan ribu penonton memenuhi stadion ketika Timnas Indonesia menghadapi tim-tim seperti Vietnam dan Irak.
"Ada tujuh puluh ribu orang di sana untuk pertandingan melawan Vietnam atau Irak; begitulah fanatiknya mereka," ujar Radja, dikutip dari Nieuwsblad.
Selain dukungan suporter, Radja juga menyoroti potensi ekonomi sepak bola Indonesia. Ia melihat popularitas pemain Timnas Indonesia dapat membuka peluang komersial melalui kerja sama dengan berbagai merek ternama.
"Uang juga bertebaran di sana. Para pemain bahkan disponsori oleh Louis Vuitton, Hublot, Rolex," katanya.
Radja turut membandingkan popularitas pemain Indonesia dengan situasi pemain muda di Belgia. Ia menyinggung Ivar Jenner yang bermain untuk Jong Utrecht, seraya menilai bahwa ketenaran di Indonesia dapat menjadi modal berharga bagi pemain setelah pensiun.
"Ketenaran di sana, gembar-gembornya, untuk citra Anda, Anda juga dapat menggunakannya untuk masa depan ketika Anda berhenti bermain," ucapnya.
Kini, pada usia 38 tahun, Radja mengaku memiliki sudut pandang berbeda dibandingkan ketika masih aktif memperkuat Timnas Belgia. Ia juga menyinggung akhir perjalanan internasionalnya bersama Belgia di bawah asuhan Roberto Martinez yang menurutnya meninggalkan kekecewaan.
Pengalaman tersebut membuatnya berpikir tentang peluang yang mungkin terlewatkan. Radja bahkan berandai-andai bisa menjalani karier internasional selama 15 tahun bersama Timnas Indonesia.
"Saat itu, saya tidak memikirkan hal itu, tetapi sekarang saya berusia 38 tahun, saya melihat hal-hal secara berbeda," tuturnya.
"Saya bisa saja memiliki karier selama lima belas tahun sebagai pemain internasional Indonesia," imbuh Radja.
Pernyataan tersebut memperlihatkan perubahan cara pandangnya terhadap sepak bola Indonesia. Meski tidak pernah membela skuad Garuda, Radja Nainggolan kini mengakui bahwa kesempatan tersebut mungkin akan ia lihat secara berbeda jika bisa mengulang perjalanan kariernya.
Artikel Tag: Timnas Indonesia, Radja Nainggolan, Bhayangkara FC
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/bola/radja-nainggolan-akui-menyesal-tak-jadi-pemain-timnas-indonesia
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini