Rudi Garcia Bongkar Masalah Medis yang Ganggu Belgia di Piala Dunia 2026
Rudi Garcia ungkap alasan Belgia kesulitan melaju lebih jauh di Piala Dunia 2026. (Foto: Florencia Tan Jun/Getty Images)
Berita Sepak Bola: Rudi Garcia mengungkap bahwa perjalanan Belgia di Piala Dunia 2026 terhambat sejumlah persoalan medis yang menurutnya tidak ditangani dengan tepat. Garcia tidak mendapat perpanjangan kontrak setelah turnamen, meski membawa Belgia hingga perempat final. Dalam wawancara pertamanya sejak meninggalkan jabatan, ia menilai masalah kesehatan pemain membuat persiapan dan performa tim terganggu.
Belgia mengawali turnamen dengan hasil kurang meyakinkan setelah bermain imbang melawan Mesir dan Irak. Mereka kemudian menang telak 5-1 atas Selandia Baru di Vancouver untuk memuncaki grup berdasarkan selisih gol. The Red Devils harus bangkit dari ketertinggalan saat menghadapi Senegal di babak berikutnya, sebelum tampil dalam laga terbaik mereka ketika menyingkirkan Amerika Serikat.
"Kami mempertaruhkan Piala Dunia karena beberapa cedera dan penyakit yang tidak ditangani dengan benar," kata Rudi Garcia kepada surat kabar Brussels, Le Soir. Salah satu kasus yang disorotnya adalah Jeremy Doku. Winger Manchester City tersebut sempat diperkirakan menjadi pemain penting Belgia, tetapi mengalami masalah kesehatan hingga harus mendapatkan perawatan darurat selama turnamen.
"Seminggu sebelumnya, atas desakan saya, kami berhasil mengatur janji untuk menjalani pemeriksaan. Dokter tidak menganggap pemeriksaan itu perlu karena dia sudah memberikan antibiotik kepada Jeremy. Jeremy merasa lebih baik dan pada akhirnya juga tidak ingin menjalani pemeriksaan itu. Namun, enam hari kemudian, dia menghabiskan malam di ruang gawat darurat," lanjut Garcia.
Garcia juga menyoroti cedera yang dialami kapten Youri Tielemans, Charles De Ketelaere, dan Zeno Debast selama turnamen. Hingga laporan tersebut dibuat, Federasi Sepak Bola Belgia belum memberikan tanggapan langsung terhadap kritik mantan manajer mereka. Meski demikian, Garcia merasa telah menjalankan tugasnya dengan baik dan menegaskan dirinya meninggalkan tim tanpa rasa kecewa.
"Saya datang untuk menjalankan sebuah misi. Saya mengambil tanggung jawab atas Belgia karena Piala Dunia sudah semakin dekat dengan Kevin De Bruyne, Thibaut Courtois, dan Romelu Lukaku. Saya berpikir ketiga legenda itu masih bisa membawa Belgia dan kami dapat membimbing mereka sejauh mungkin bersama-sama," ujar Rudi Garcia.
"Misi saya berakhir ketika Piala Dunia selesai. Kami mengalami beberapa hal yang sangat indah bersama. Saya rasa saya mungkin ingin bertahan, tetapi itu juga akan menjadi pilihan yang nyaman bagi saya. Saya mengenal skuad ini, kami sudah bekerja bersama selama 18 bulan, dan saya sudah terikat dengan para pemain serta negara ini," lanjutnya.
Garcia menilai periode kepemimpinannya membantu Belgia kembali diperhitungkan di sepak bola dunia. Ia menerima keputusan tidak mendapat kontrak baru dan memilih menatap tantangan berikutnya tanpa menyimpan kepahitan. "Saya rasa tidak berlebihan jika mengatakan kami telah mengembalikan Belgia ke peta sepak bola dunia. Jadi, misi saya sudah selesai. Sekarang bagus untuk melanjutkan ke sesuatu yang lain. Saya pergi tanpa kepahitan dan hari ini saya sangat tenang serta puas dengan apa yang sudah saya lakukan," tegas Garcia.
Belgia kemudian bergerak cepat setelah Piala Dunia untuk menunjuk mantan pemain timnas Belanda, Mark van Bommel, sebagai manajer baru. Pergantian tersebut menandai dimulainya era baru setelah Garcia menyelesaikan tugasnya bersama Belgia. Sang manajer asal Prancis itu kini meninggalkan tim setelah turnamen yang menurutnya seharusnya dapat berjalan lebih baik jika persoalan medis ditangani secara tepat.
Artikel Tag: Rudi Garcia, Belgia, Piala Dunia 2026
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/bola/rudi-garcia-bongkar-masalah-medis-yang-ganggu-belgia-di-piala-dunia-2026
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini