Sadio Mane Dipuji Jadi Duta Sepak Bola Afrika di Final AFCON
Sadio Mane. (Foto: Sebastien Bozon/AFP via Getty Images)
Berita Piala Afrika: Sadio Mane kembali menjadi pahlawan Senegal di Piala Afrika (AFCON) 2025, namun kali ini bukan semata karena gol atau assist. Penyerang senior tersebut justru dipuji luas berkat kepemimpinan dan sikap profesionalnya di tengah final AFCON yang sarat kontroversi melawan Maroko.
Senegal memastikan gelar juara Piala Afrika kedua mereka usai menaklukkan tuan rumah Maroko lewat gol Pape Gueye di babak tambahan waktu, Senin (19/1/2026) dini hari WIB. Namun laga final tersebut sempat diwarnai kekacauan pada menit-menit akhir waktu normal.
Pada menit ke-98, wasit memberikan penalti kepada Maroko setelah El Hadji Malick Diouf dinilai melanggar Brahim Diaz di kotak terlarang. Keputusan itu memicu protes keras dari kubu Senegal. Pelatih Pape Thiaw bahkan memerintahkan para pemainnya meninggalkan lapangan.
Di saat mayoritas pemain Senegal sudah masuk lorong ruang ganti, Sadio Mane justru mengambil sikap berbeda. Ia terlihat masuk ke ruang ganti dan kemudian mengajak rekan-rekannya kembali ke lapangan, dibantu oleh kiper Edouard Mendy.
Sekitar 16 menit setelah penalti diberikan, Brahim Diaz akhirnya mengeksekusi tendangan tersebut. Upaya Panenka sang winger dengan mudah diamankan Mendy, menjadi momen pahit bagi Maroko dan titik balik laga.
Skor 0-0 bertahan hingga waktu normal usai, sebelum Pape Gueye mencetak gol penentu kemenangan Senegal di babak tambahan waktu.
Mane, yang sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa AFCON edisi ini menjadi turnamen terakhirnya bersama tim nasional, menutup kariernya di Piala Afrika dengan status juara dan pemimpin sejati. Ia bahkan dipercaya rekan-rekannya mengenakan ban kapten saat mengangkat trofi.
“Ya, saya yang meyakinkan tim untuk kembali ke lapangan,” kata Mane kepada media Afrika. “Para pemain dan pelatih memutuskan untuk mundur, dan saya tidak memahami keputusan itu. Akhirnya saya meminta semua orang untuk segera kembali dan bermain apa pun risikonya.”
Legenda Nigeria, Daniel Amokachi, memuji peran Mane yang dinilainya krusial. “Mane melakukan lebih dari sekadar tugasnya untuk membawa tim kembali, dan itu terbayar,” ujar Amokachi di BBC World Service. “Dia adalah duta sepak bola yang luar biasa. Kami tahu seperti apa pribadinya di luar lapangan, dan dia benar-benar paham makna sepak bola.”
Mantan pemain Maroko, Hassan Kachloul, juga menilai sepak bola Afrika hampir kehilangan martabatnya sebelum Mane bertindak. “Sepak bola Afrika dan sepak bola dunia sedang kalah sampai Mane turun tangan,” ucapnya kepada E4.
“Satu-satunya pemain Senegal yang saya suka adalah Sadio Mane. Itu menunjukkan betapa besar dirinya. Dia masuk ke ruang ganti dan membawa para pemain kembali. Mane adalah sosok yang melakukannya.”
Artikel Tag: Sadio Mane, Timnas Senegal, Timnas Maroko, Piala Afrika 2025
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/bola/sadio-mane-dipuji-jadi-duta-sepak-bola-afrika-di-final-afcon
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini