Serie A Harus Tingkatkan Performa di Kompetisi Eropa

Penulis: Karma Mahendra
Minggu 18 Jan 2026, 19:24 WIB - 168 views
Serie A Harus Tingkatkan Performa di Kompetisi Eropa - sumber: (footballitalia)

Serie A Harus Tingkatkan Performa di Kompetisi Eropa - sumber: (footballitalia)

Ligaolahraga.com -

Berita Liga Italia kembali mencuat ke permukaan ketika mantan pelatih Inter Milan, Jose Mourinho, mengangkat trofi kemenangan di hadapan timnya setelah memenangkan final Liga Champions UEFA melawan Bayern Munich di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Spanyol, 22 Mei 2010. Hari-hari kejayaan ketika klub Serie A menjadi kekuatan dominan di sepak bola Eropa kini hanya tinggal kenangan yang jauh.

Inter adalah tim Italia terakhir yang memenangkan Liga Champions pada musim 2009/10 dan rentetan buruk ini tampaknya tidak akan berakhir musim ini. Meski Inter dinilai memiliki peluang 28/1 untuk mengangkat trofi pada bulan Mei di situs taruhan baru, sulit untuk mempercayai mereka akan melakukannya.

Inter sedang menuju babak 16 besar, di mana mereka bisa bergabung dengan Atalanta, Juventus, dan Napoli. Tim-tim Serie A juga bersaing untuk melaju di kompetisi tingkat kedua dan ketiga UEFA. Roma dan Bologna berjuang untuk lolos di Liga Europa, sementara Fiorentina telah mencapai babak playoff knockout di Liga Konferensi Eropa.

Atalanta menjuarai Liga Europa pada musim 2023/24, sementara Roma menjadi pemenang edisi perdana Liga Konferensi Eropa dua tahun sebelumnya. Namun, bagi negara yang dianggap sebagai salah satu raksasa di dunia sepak bola, kesuksesan di kompetisi-kompetisi tersebut tidak banyak membantu membenarkan status tinggi tersebut.

Mematahkan Argumen ‘Kekayaan’

Banyak orang percaya bahwa faktor finansial berkontribusi terhadap kegagalan tim Serie A di Eropa, tetapi argumen itu cacat. Saat menilai nilai pasar pemain di setiap tim di lima liga top Eropa, Paris Saint-Germain dan Bayern Munich memuncaki klasemen dalam hal trofi yang dimenangkan. Namun, siapa pun yang berpikir bahwa klub yang lebih kaya memenangkan lebih banyak trofi di Eropa adalah keliru, karena masing-masing hanya mengklaim satu gelar Liga Champions dalam sepuluh tahun terakhir.

Serie A Tertinggal dalam Hal Taktik

Kemenangan 4-0 Milan atas Barcelona di final Liga Champions 1993/94 menegaskan keyakinan bahwa klub Serie A jauh lebih unggul secara taktis dibandingkan rival mereka. Taktik kembali memainkan peran penting dalam kemenangan 2-0 Inter atas Bayern Munich pada musim 2009/10, dengan manajer Jose Mourinho menyajikan salah satu masterclass bertahan yang terkenal.

Namun, mantan bos Chelsea itu menyadari bahwa lanskap taktis sedang bergeser, dan ia meninggalkan sepak bola Italia untuk bergabung dengan Real Madrid. Serie A kemudian tertinggal dari liga-liga top Eropa lainnya dalam hal taktik, komitmen, inisiatif, dan atletisme.

Tim Italia Harus Meningkatkan Intensitas

Mengingat sifat passion orang Italia, tampaknya tidak mungkin bahwa kurangnya intensitas telah menjadi hal biasa di seluruh Serie A. Ini berdampak negatif pada tim nasional, yang gagal lolos ke dua Piala Dunia terakhir dan terancam kembali absen di edisi 2026. Memperbaiki masalah ini membutuhkan pergeseran kembali ke masa ketika tim-tim Italia tidak hanya mahir secara teknis tetapi juga intens dari perspektif bertahan.

Raksasa La Liga, Atletico Madrid, menawarkan klub-klub Serie A sebuah template yang bisa mereka terapkan untuk meningkatkan peluang bersaing kembali di Eropa. Manajer Diego Simeone berulang kali membangun tim yang lebih besar dari jumlah bagian-bagiannya. Serie A perlu menghilangkan kecenderungan permainan lambat dengan memperkenalkan lebih banyak intensitas dan kecepatan. Eropa telah bergerak maju, dan tim-tim Serie A harus bertindak, atau kesenjangan akan semakin melebar.

Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/bola/serie-a-harus-tingkatkan-performa-di-kompetisi-eropa
168
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini