Sevilla di Ambang Degradasi: Akhir Sebuah Era Gemilang

Penulis: Zulaikha Megantara
Rabu 29 Apr 2026, 00:45 WIB - 137 views
Sevilla di Ambang Degradasi: Akhir Sebuah Era Gemilang - sumber: (footballespana)

Sevilla di Ambang Degradasi: Akhir Sebuah Era Gemilang - sumber: (footballespana)

Ligaolahraga.com -

Berita Liga Spanyol: Krisis yang Melanda Sevilla, Raksasa yang Terancam Turun Kasta

Sevilla, klub yang selama dua dekade terakhir identik dengan trofi Liga Europa, kini berada di ambang degradasi untuk pertama kalinya sejak awal milenium. Berbagai faktor mulai dari konflik internal, keputusan manajemen yang buruk, hingga sistem akademi yang terabaikan, berkontribusi pada kemerosotan tim ini. Sebuah raksasa sepak bola Spanyol yang pernah berjaya kini terancam terpuruk.

Sevilla pernah dikenal sebagai klub dengan para pemain bintang seperti Dani Alves, Frederic Kanoute, Luis Fabiano, hingga Sergio Ramos. Mereka berhasil memenangkan banyak trofi Eropa, menjadikan Stadion Sanchez Pizjuan sebagai tempat yang ditakuti lawan. Klub ini juga dikenal dengan kemampuan mereka mengontrak pemain berbakat yang kemudian dijual dengan harga tinggi, dan kerap kali dipimpin oleh pelatih berkaliber tinggi yang membawa mereka ke level taktis yang lebih tinggi.

Namun, masa kejayaan itu kini tinggal kenangan. Sevilla tak lagi bermain di kompetisi Eropa, apalagi bermimpi untuk memenangkannya. Dulu, mereka mampu menemukan dan mengembangkan pemain-pemain yang kemudian menjadi bintang dunia, tetapi kini para pelatih yang dibawa masuk jauh dari sosok-sosok seperti Unai Emery atau Juande Ramos. Tampaknya, era kejayaan Sevilla telah berakhir, dan belum ada yang tahu kapan, atau apakah, mereka akan kembali berjaya.

Dalam konteks liga Spanyol, hanya Real Madrid dan Barcelona yang konsisten dalam kejayaan. Klub-klub lain seperti Valencia dan mungkin Atletico Madrid saat Diego Simeone pergi, juga mengalami periode turun naik yang sama. Di Seville sendiri, saat Real Betis menikmati masa kejayaan, Sevilla justru sebaliknya, seakan tak siap menghadapi kenyataan pahit yang mengintai mereka.

Para pendukung yang pernah bermimpi menjadi seperti Atletico Madrid kini harus menghadapi kenyataan. Dulu, ketika Ramon Sanchez Pizjuan membangun stadion besar di Nervion, ambisinya adalah menyaingi klub-klub besar di ibukota. Namun, keberlanjutan sukses itu ternyata sulit dicapai. Manajemen klub yang dulunya dipimpin Jose Maria del Nido harus terpuruk karena konflik internal dan skandal, memperparah situasi klub.

Monchi, ikon klub yang dikenal dengan intuisi transfernya, juga kehilangan sentuhannya setelah kembali dari petualangan yang kurang sukses di luar negeri pada 2019. Pemain-pemain yang dibeli lebih banyak menjadi beban daripada aset, dan ketika dia pergi, sulit menemukan pemain yang bisa dijual dengan keuntungan. Akademi klub yang dulunya melahirkan bakat seperti Sergio Ramos dan Jesus Navas juga tak mampu menyuplai pemain berkualitas.

Akhirnya, Sevilla berada di posisi yang mereka tempati karena memang itulah tempat mereka saat ini. Skuad mereka tak lebih baik dari klub-klub lain yang berjuang menghindari degradasi di La Liga. Dengan lima pertandingan tersisa, Sevilla menjadi kandidat kuat untuk turun ke divisi dua musim depan. Mungkin, ini bisa menjadi momen bagi mereka untuk bangkit dari rasa puas diri yang selama ini menutupi penurunan mereka. Apakah mereka bisa memanfaatkan waktu tersisa untuk membuktikan bahwa mereka masih memiliki semangat tim Sevilla yang pernah berjaya? Waktu terus berjalan.

Artikel Tag: Sevilla

Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/bola/sevilla-di-ambang-degradasi-akhir-sebuah-era-gemilang
137
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini