Struktur Pergantian Direksi Jadi Akar Masalah Gagalnya Investasi AC Milan
AC Milan
Berita Liga Italia: Media Italia ungkap pergantian struktur direksi jadi biang keladi kegagalan AC Milan di bursa transfer. Empat era berbeda dalam 4 tahun menciptakan inkonsistensi.
Sejak Gerry Cardinale mengambil alih AC Milan pada 31 Agustus 2022, struktur direksi yang mengelola bursa transfer sudah berganti 4 kali. La Gazzetta dello Sport menyoroti bahwa ini adalah akar dari masalah yang kini mendera Rossoneri.
Era pertama adalah duet Paolo Maldini dan Geoffrey Moncada yang menangani jendela musim dingin 2022-23.
Ini adalah periode transisi dari Elliott Management ke RedBird Capital, di mana pembelian termahal, yakni Charles De Ketelaere, masih diwariskan dari manajemen sebelumnya.
Setelah Maldini dipecat, Giorgio Furlani sebagai CEO dan Moncada sebagai direktur teknik menjalankan musim 2023-24 dan 2024-25.
Di periode inilah beberapa transfer penting terjadi, termasuk kedatangan Christian Pulisic dari Chelesea, Youssouf Fofana dari AS Monaco, Strahinja Pavlovic dari RB Leipzig, dan kepergian Tijjani Reijnders ke Man City.
Musim 2025-26 menjadi era Furlani dan Igli Tare. Direktur asal Albania itu direkrut atas desakan Zlatan Ibrahimovic dan Cardinale sendiri. Namun hasilnya mengecewakan: Christopher Nkunku seharga 37 juta Euro dan Ardon Jashari 34 juta Euro belum membuktikan nilai mereka.
Pergantian yang terus-menerus ini menciptakan inkonsistensi visi. Setiap direktur datang dengan filosofinya sendiri, dan pemain yang dibeli oleh satu rezim seringkali tidak cocok dengan rezim berikutnya.
Hasilnya adalah lebih dari 405 juta Euro yang dibelanjakan tanpa arah yang jelas, dan menimbulkan kekacauan di berbagai lini, terutama sektor teknis.
Artikel Tag: Serie A, AC Milan, Bursa Transfer
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/bola/struktur-pergantian-direksi-jadi-akar-masalah-gagalnya-investasi-ac-milan
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini