Trevoh Chalobah Mengaku Sulit Terima Keputusan Dijual Chelsea
Trevoh Chalobah ungkap rasa kecewa usai dilepas Chelsea ke Como pada bursa transfer musim panas lalu. (Foto: Oliver Kaelke/DeFodi Images/DeFodi via Getty Images)
Berita Liga Italia: Mantan bek tengah Chelsea, Trevoh Chalobah, mengakui bahwa keputusan klub melepasnya pada bursa transfer musim panas lalu sangat sulit untuk diterima. Pemain berkebangsaan Inggris tersebut terpaksa angkat kaki dari Stamford Bridge meski bercita-cita ingin menjadi legenda di klub yang telah dibelanya sejak usia dini.
Chelsea melepas Chalobah ke klub Serie A, Como 1907, dengan nilai transfer mencapai 30 juta euro. Penjualan tersebut menjadi bagian dari langkah The Blues yang mengumpulkan dana hingga 450 juta euro lewat pelepasan 10 pemain tim utama demi merapikan catatan keuangan klub.
Chalobah merupakan produk asli akademi Chelsea yang berhasil menembus tim senior dan mencatatkan lebih dari 150 penampilan di semua kompetisi. Kendati musim lalu mencatatkan menit bermain terbanyak sepanjang kariernya di London Barat, bek berusia 27 tahun itu tetap dimasukkan dalam daftar jual lantaran hasil penjualannya dihitung sebagai keuntungan murni dalam laporan keuangan klub.
Saat diwawancarai oleh The Athletic, Trevoh Chalobah tidak menampik rasa kecewanya harus meninggalkan klub yang sangat dicintainya sejak berusia delapan tahun.
"Pasti sulit. Tim tidak mencapai apa yang ingin kami capai musim lalu, tetapi saya pikir saya menjalani salah satu musim terbaik saya, memainkan pertandingan paling banyak dan mencetak beberapa gol. Saya berada di sana sejak usia delapan tahun dan saya ingin menjadi legenda di sana, tetapi terkadang cara kita merencanakan sesuatu bukanlah cara segala sesuatunya berjalan," kata Chalobah.
Trevoh Chalobah menambahkan bahwa dirinya harus bersikap profesional dan cepat beradaptasi dengan dinamika sepak bola modern yang sangat dinamis.
"Sebagai pesepak bola, Anda harus selalu siap beradaptasi. Anda bisa berada di sini pada satu momen, lalu di momen berikutnya Anda berada di tempat lain. Namun saya hanya berpikir bahwa itu adalah yang terbaik. Chelsea berarti segalanya bagi saya. Saya masih menonton pertandingan mereka, menjaga kontak dengan para pemain dan staf," ujar Chalobah melanjutkan.
Kepindahan Chalobah ke Como tak lepas dari peran besar pelatih kepala Cesc Fabregas. Mantan gelandang Chelsea tersebut secara pribadi menghubungi Chalobah untuk memaparkan proyek ambisius klub promosi Serie A tersebut.
"Manajer menghubungi saya selama musim panas dan menjelaskan proyeknya serta di mana dia melihat saya bermain. Saya membaca tentang kebangkitan Como, betapa menariknya tim ini. Dia sangat menginginkan saya dan pengalaman saya. Itu terasa menyenangkan dan sudah waktunya untuk perubahan. Keputusan yang mudah untuk kembali ke luar negeri," tutur Chalobah mengakhiri keterangannya.
Trevoh Chalobah kini telah dipercaya menjadi pilar utama lini belakang Como dengan mencatatkan enam penampilan sebagai starter dari tujuh laga awal Serie A musim ini.
Artikel Tag: Chelsea, trevoh chalobah, Como 1907
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/bola/trevoh-chalobah-mengaku-sulit-terima-keputusan-dijual-chelsea
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini