Red Bull Hadapi Tantangan Besar di F1 2026

Penulis: Zelda Maryadi
Rabu 07 Jan 2026, 00:09 WIB - 393 views
Red Bull Hadapi Tantangan Besar di F1 2026 - sumber: (racingnews365)

Red Bull Hadapi Tantangan Besar di F1 2026 - sumber: (racingnews365)

Ligaolahraga.com -

Berita F1: Red Bull memasuki musim F1 2026 dengan tantangan dan peluang baru, sama seperti 10 tim lainnya. Regulasi baru untuk unit daya dan sasis memberikan kesempatan besar bagi tim-tim untuk memulai dari awal. Dalam konteks ini, bagaimana Red Bull yang berbasis di Milton Keynes memanfaatkan awal yang segar ini menjadi salah satu narasi paling menarik menjelang kampanye ini, dan bagaimana keputusan akhirnya akan terungkap akan sama menariknya.

Dalam beberapa musim terakhir, juara konstruktor F1 enam kali ini telah mengembangkan mobilnya dengan mengikuti preferensi Max Verstappen. Pendekatan ini terbukti tepat, karena Verstappen memimpin tim meraih dua gelar terakhir mereka pada tahun 2022 dan 2023, serta memenangkan empat gelar pembalap untuk dirinya sendiri. Namun, pendekatan ini semakin memiliki konsekuensi. Meski memenangkan kejuaraan pada tahun 2024, Verstappen tidak bisa sendirian mempertahankan tim di puncak klasemen konstruktor — dan tim tetap berada di posisi ketiga tahun lalu.

Setelah Daniel Ricciardo pindah ke Renault, sejumlah rekan setimnya kesulitan menyesuaikan diri dengan karakteristik unik mobil Red Bull. Pierre Gasly, Alex Albon, Sergio Perez (pada akhirnya), Liam Lawson, dan Yuki Tsunoda datang dan gagal beradaptasi dengan mobil yang cenderung oversteer dan beroperasi di batas ekstrem — sesuai dengan preferensi Verstappen.

Dengan Laurent Mekies kini menggantikan Christian Horner sebagai pemimpin, apakah pria Prancis ini akan memilih mengubah arah? Ini adalah kesempatan terbaik, terutama di awal siklus regulasi, dan Verstappen akan memiliki rekan setim baru, Isack Hadjar. Namun, apapun arah pengembangan yang diambil Red Bull, akan ada konsekuensinya. Jika mereka tetap dengan pendekatan yang ada, hasil serupa dapat diharapkan.

Hadjar yang berusia 21 tahun mungkin lebih mampu menyesuaikan diri dengan preferensi unik Verstappen dibandingkan pendahulunya, tetapi gaya mengemudi pemenang 71 kali grand prix ini memang sangat ekstrem. Mengambil pendekatan netral akan lebih baik untuk Hadjar, namun tidak akan memaksimalkan potensi Verstappen. Dan opsi ketiga secara eksplisit mengorbankan Verstappen demi membantu Hadjar tampil maksimal.

Dengan pertimbangan tersebut, bagaimana seharusnya Red Bull mendekati pengembangan mobil barunya, yang kemungkinan akan disebut RB22?

Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/f1/red-bull-hadapi-tantangan-besar-di-f1-2026
393
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini