Sempat Dipermalukan di Balapan F1 Perdana, Isack Hadjar Kini Naik Kelas
Isack Hadjar crash saat formation lap jelang GP Australia 2025
Berita F1: Isack Hadjar mengakui bahwa kecelakaan yang dialaminya pada lap formasi debut Formula 1 di Grand Prix Australia terasa seperti sebuah tamparan keras. Insiden tersebut membuat penampilan perdananya di level tertinggi balap mobil dunia berakhir bahkan sebelum balapan resmi dimulai.
Pebalap asal Prancis itu promosi ke Racing Bulls setelah tampil konsisten di Formula 2 dan hanya terpaut tipis dari gelar juara. Ekspektasi tinggi mengiringi debutnya di Melbourne, namun kondisi lintasan basah menjadi awal petaka. Mobil yang dikendarainya tergelincir saat lap pemanasan dan menghantam pembatas, memaksanya gagal memulai balapan.
Hadjar tidak menampik bahwa momen tersebut menjadi salah satu titik terendah dalam kariernya. “Itu seperti pukulan langsung ke wajah,” ujarnya. Meski demikian, ia menolak larut dalam kekecewaan dan memilih fokus membangun kembali kepercayaan diri.
Alih alih terpuruk, Hadjar justru menunjukkan respons yang matang sepanjang musim rookie. Ia tampil semakin konsisten dari seri ke seri, mampu bersaing di papan tengah, dan beberapa kali finis di zona poin. Puncak performanya datang saat Grand Prix Belanda, ketika ia berhasil meraih podium pertamanya di Formula 1, hasil yang mengubah pandangan banyak pihak terhadap potensinya.
Menanggapi pandangan bahwa kegagalan di awal karier bisa menjadi keuntungan, Hadjar bersikap realistis. “Mungkin saja saya bisa meraih poin di Melbourne dan tetap menjalani musim yang bagus,” tuturnya. “Namun saya percaya semua terjadi dengan alasan tertentu, dan kita harus melangkah ke depan.”
Ia menyadari bahwa insiden di Australia akan selalu menjadi bagian dari perjalanan profesionalnya. “Itu adalah start pertama saya di Formula 1. Saya bahkan tidak benar benar ikut balapan, dan itu memang menyakitkan. Tapi kenyataannya seperti itu,” katanya dengan nada reflektif.
Konsistensi dan ketenangan Hadjar menghadapi tekanan akhirnya berbuah manis. Manajemen Red Bull menilai mentalitas dan performanya layak mendapat kepercayaan lebih besar. Ia pun dipastikan naik ke tim utama Red Bull untuk musim 2026 dan akan menjadi rekan setim Max Verstappen.
Menjelang tantangan baru tersebut, Isack Hadjar menegaskan bahwa pengalaman pahit di Melbourne menjadi bukti kekuatan mentalnya. “Saya tahu saya punya kemampuan untuk bangkit,” ujarnya. “Itu pukulan besar, tapi saya menanganinya dengan baik, dan itu memperkuat keyakinan saya pada diri sendiri.”
Artikel Tag: Isack Hadjar, Red Bull, Racing Bulls, F1 2025, F1 2026
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/f1/sempat-dipermalukan-di-balapan-f1-perdana-isack-hadjar-kini-naik-kelas
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini