Sergio Perez Pernah Nyaris Tinggalkan F1 Usai Didepak McLaren
Sergio Perez
Berita F1: Sergio Perez menyampaikan pengakuan paling jujur tentang salah satu fase tersulit sepanjang kariernya di Formula 1. Pebalap asal Meksiko itu mengungkapkan bahwa ia lebih memilih berhenti dari F1 dibanding harus bergabung dengan Caterham, tim papan bawah yang sempat menjadi salah satu dari sedikit opsi yang tersisa setelah dirinya didepak McLaren.
Perez menjalani musim 2013 bersama McLaren sebagai rekan setim Jenson Button. Datang dengan reputasi menjanjikan setelah tampil impresif bersama Sauber, ekspektasi terhadapnya sangat tinggi. Namun kenyataan di lintasan tidak berjalan sesuai harapan. Mobil McLaren kala itu dinilai tidak kompetitif, membuat Perez kesulitan bersaing di barisan depan secara konsisten.
Sepanjang musim, hasil terbaik Perez hanyalah satu kali finis lima besar, yang ia raih pada Grand Prix India. Kondisi tersebut memperumit posisinya di dalam tim, terlebih ia harus bersaing dengan Button yang sudah lama menjadi figur sentral di McLaren dan berstatus juara dunia. Menjelang akhir musim, manajemen tim memutuskan untuk tidak melanjutkan kerja sama.
Keputusan tersebut menempatkan Perez dalam situasi genting. Memasuki periode akhir tahun, hanya dua peluang realistis yang tersisa jika ia ingin bertahan di Formula 1, yakni Caterham dan Force India. Perez menegaskan bahwa Caterham sama sekali bukan pilihan baginya.
Dalam wawancara podcast Cracks, Perez mengungkapkan kekecewaan dan frustrasinya. Ia menyebut musim tersebut berat karena harus beradaptasi dengan tim besar dalam kondisi mobil yang tidak berkembang. Menurutnya, secara kecepatan ia merasa tampil cukup baik, namun performa mobil membuat potensinya tidak terlihat.
Perez mengakui bahwa opsi untuk benar benar meninggalkan Formula 1 saat itu sangat nyata. Ia bahkan sempat mempertimbangkan untuk mencoba kategori balap lain selama satu musim, dengan harapan bisa kembali ke F1 di kemudian hari. Namun ia menegaskan bahwa bergabung dengan Caterham bukanlah jalan yang ingin ia tempuh.
Situasi mulai berubah ketika Force India datang membawa tawaran. Meski secara reputasi tidak sebesar McLaren, Sergio Perez melihat adanya peluang jangka panjang yang lebih masuk akal. Keputusan itu terbukti tepat. Bersama Force India, Perez justru menjalani periode terbaik dalam kariernya selama tujuh musim, sebelum akhirnya membuka jalan menuju Red Bull.
Perez menilai fase tersebut sebagai titik balik besar dalam hidupnya sebagai pebalap. Dari hampir kehilangan tempat di Formula 1, ia justru mampu membangun kembali reputasi dan membuktikan kualitasnya di level tertinggi balap dunia.
Artikel Tag: Sergio Perez, McLaren, Force India
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/f1/sergio-perez-pernah-nyaris-tinggalkan-f1-usai-didepak-mclaren
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini