Steiner Soroti Generasi Baru F1, Siapa Penerus Max Verstappen?
Oliver Bearman dan Max Verstappen
Berita F1: Eks bos Haas, Guenther Steiner, percaya banyak rookie Formula 1 musim 2025 memiliki peluang untuk berkembang menjadi pebalap kelas dunia, bahkan disebut berpotensi menjadi sosok Max Verstappen berikutnya. Meski demikian, mantan prinsipal Haas itu menegaskan bahwa konsistensi dan waktu akan menjadi penentu utama.
Verstappen sendiri telah menjadi tolok ukur baru di Formula 1. Sejak debutnya pada 2015, pebalap Red Bull itu mengoleksi 71 kemenangan grand prix dan empat gelar juara dunia, sekaligus mengambil alih status ikon olahraga dari Lewis Hamilton.
Musim lalu menghadirkan kelas rookie yang padat. Enam pebalap menjalani musim penuh pertama mereka, dengan beberapa di antaranya mampu mencuri perhatian paddock melalui performa yang menjanjikan, meski perjalanan mereka tidak selalu mulus.
Jack Doohan hanya diberi enam seri bersama Alpine sebelum digantikan Franco Colapinto. Pebalap asal Argentina itu masuk dengan bekal sembilan balapan dari pengalamannya bersama Williams. Sementara itu, Liam Lawson sempat mengalami degradasi dari Red Bull ke Racing Bulls, sebuah keputusan yang cukup mengejutkan.
Meski demikian, Lawson dan Colapinto dinilai berhasil mempertahankan posisi mereka. Lawson akan memasuki musim 2026 bersama satu satunya rookie baru musim ini, Arvid Lindblad.
Empat nama lain yakni Isack Hadjar, Kimi Antonelli, Gabriel Bortoleto, dan Oliver Bearman juga menunjukkan kilasan potensi sepanjang musim. Penampilan mereka membuat banyak pihak di paddock mulai memberi perhatian lebih.
Ketika diminta menilai siapa di antara mereka yang berpeluang menjadi Max Verstappen baru, Steiner memasukkan seluruh nama tersebut ke dalam daftar. “Masih terlalu dini untuk menyimpulkan, tetapi ada banyak penampilan menjanjikan,” ujarnya kepada Sport Krone.
Steiner secara khusus menyoroti Bearman yang menunjukkan kilasan bakat kuat, serta Bortoleto yang sempat tenggelam karena mobil kurang kompetitif. Menurutnya, performa Bortoleto meningkat seiring perkembangan mobil, dan hal itu menjadi sinyal positif. Ia juga menekankan pentingnya mampu mengalahkan rekan setim berpengalaman seperti Nico Hulkenberg sebagai tolok ukur awal.
Pria berusia 60 tahun itu menilai dua hingga tiga musim ke depan akan sangat krusial. Hadjar kini akan berada satu tim dengan Max Verstappen, situasi yang otomatis membawa sorotan besar. Antonelli juga menghadapi tekanan serupa di Mercedes setelah musim debut yang naik turun, terlebih dengan rumor keterkaitan Verstappen ke tim tersebut.
Bortoleto akan tetap di kursinya, tetapi dengan Audi kini berstatus tim pabrikan penuh, ekspektasi terhadapnya dipastikan meningkat. Sementara itu, Bearman yang sudah dilabeli sebagai calon pebalap Ferrari masa depan, dinilai memiliki jalur musim yang relatif lebih stabil.
“Sekarang kita akan melihat siapa yang benar benar punya kapasitas mencapai level tertinggi. Pada musim kedua dan ketiga, pebalap harus tampil maksimal,” kata Steiner.
Ia menutup dengan pengingat bahwa talenta sekelas Verstappen sangat langka. Meski tidak ada rookie yang tampil buruk musim lalu, Formula 1 tetap menjadi lingkungan yang kejam. Jika performa tidak berlanjut, selalu ada generasi berikutnya yang siap mengambil kesempatan.
Artikel Tag: Max Verstappen, Red Bull, F1 2025, F1 2026, Oliver Bearman, Haas
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/f1/steiner-soroti-generasi-baru-f1-siapa-penerus-max-verstappen
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini