Turun di F1 sebagai Tim Baru, Cadillac Bakal Hadapi Tantangan Besar
Prinsipal Cadillac, Graeme Lowdon
Berita F1: Masuknya Cadillac ke Formula 1 akan menjadi salah satu sorotan utama musim ini. Untuk pertama kalinya dalam satu dekade, grid F1 akan diisi oleh 11 tim. Proyek Cadillac F1 sendiri bukanlah rencana instan. Persiapan telah berlangsung lebih dari tiga tahun, bermula dari inisiatif Michael Andretti sebelum akhirnya diambil alih secara penuh oleh General Motors.
Meski didukung nama besar dan sumber daya finansial yang kuat, Johnny Herbert menilai mereka harus realistis menghadapi kenyataan di lintasan. Mantan pebalap F1 tersebut memprediksi musim perdana akan menjadi fase pembelajaran yang sangat berat bagi tim asal Amerika Serikat itu.
“Ini benar benar pengalaman belajar dari nol,” ujar Herbert. “Memang ada orang orang berpengalaman di dalam tim, tetapi situasinya sangat berbeda ketika Anda membangun sebuah tim baru sepenuhnya. Pasti ada ekspektasi besar dari Cadillac sendiri.”
Herbert menegaskan bahwa Formula 1 adalah kompetisi dengan tingkat persaingan tertinggi di dunia balap. Tidak hanya harus membangun mobil yang kompetitif, tetapi mereka juga langsung berhadapan dengan tim mapan seperti Ferrari, Mercedes, Red Bull, dan McLaren yang telah puluhan tahun berpengalaman.
“Anda langsung berhadapan dengan raksasa raksasa olahraga ini,” katanya. “Itu sebabnya semuanya membutuhkan waktu. Pertanyaannya, apakah mereka punya cukup waktu agar semua elemen itu bisa benar benar menyatu?”
Menurut Herbert, publik tidak bisa berharap Cadillac langsung tampil kompetitif dalam satu atau dua musim. Ia memperkirakan butuh setidaknya empat hingga lima tahun bagi tim tersebut untuk benar benar menemukan ritme dan fondasi yang kuat.
“Saya rasa kita akan membicarakan proses jangka panjang, mungkin empat atau lima tahun. Namun untuk sekarang, ini akan sangat sulit. Sangat berat,” ujarnya.
Untuk musim debutnya, tim telah merekrut dua pebalap berpengalaman, Valtteri Bottas dan Sergio Perez. Keduanya dikenal sebagai pemenang balapan dan pernah membela tim papan atas. Selain itu, posisi kepala tim dipercayakan kepada Graeme Lowdon yang memiliki latar belakang manajerial kuat di dunia motorsport.
Namun, Herbert menilai pengalaman Bottas dan Perez belum tentu langsung berbuah hasil di lintasan. Ia memprediksi keduanya harus siap menghadapi kenyataan pahit dengan berjuang di barisan belakang.
“Mereka adalah dua pebalap yang sangat berpengalaman dan tentu akan sangat berguna dari sisi masukan teknis,” kata Herbert. “Tetapi secara realistis, merekalah yang kemungkinan besar akan bertarung di baris baris terakhir. Itu tidak akan mudah bagi mereka.”
Pernyataan Herbert menjadi pengingat bahwa kesuksesan di Formula 1 tidak bisa dibangun secara instan. Bagi Cadillac, musim pertama akan menjadi ajang bertahan hidup, mengumpulkan data, dan meletakkan dasar untuk ambisi jangka panjang di ajang balap paling prestisius tersebut.
Artikel Tag: Cadillac, F1 2026, Sergio Perez, Valtteri Bottas
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/f1/turun-di-f1-sebagai-tim-baru-cadillac-bakal-hadapi-tantangan-besar
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini