Yuki Tsunoda Ungkap Tantangan dan Ego di Red Bull
Yuki Tsunoda Ungkap Tantangan dan Ego di Red Bull - sumber: (racingnews365)
Berita F1: Yuki Tsunoda telah membuka diri mengenai tantangan yang dihadapinya bersama Red Bull setelah promosi ke tim senior pada tahun 2025. Tsunoda dipanggil untuk menggantikan Liam Lawson setelah pembalap asal Selandia Baru itu menghadapi dua balapan pembuka yang sulit bersama tim berbasis di Milton Keynes tersebut.
Namun, Tsunoda sendiri mengalami masalah dan sering kali absen dari posisi yang menghasilkan poin sepanjang tahun. Hal ini menyebabkan keluarnya Tsunoda dari tim pada akhir 2025, dengan Isack Hadjar dipromosikan menggantikannya.
Tsunoda mengakui bahwa dirinya memiliki "ego" yang cukup besar yang membuatnya enggan mengubah gaya mengemudinya. "Satu hal tentang diri saya, saya memiliki ego yang cukup besar untuk tidak mengubah gaya mengemudi saya," ungkap Tsunoda dalam podcast Beyond The Grid. "Saya tahu apa yang saya lakukan dalam hal mengemudi dan saya percaya pada diri saya sendiri. Saya tidak pernah mencoba mengubah gaya mengemudi saya menjadi seperti pembalap lain, meskipun pembalap tersebut kompetitif dan cepat."
Tsunoda: Gaya mengemudi mirip dengan Verstappen
Final musim lalu di Abu Dhabi bukanlah balapan terakhir Tsunoda di F1, karena tahun ini dia dipanggil ke Racing Bulls untuk menggantikan Lawson, yang kembali ke Red Bull untuk menggantikan Hadjar yang cedera. Penampilannya lebih kompetitif dibandingkan saat di Red Bull bersama Verstappen.
Meski ada anggapan bahwa mobil-mobil dikembangkan untuk mengakomodasi Verstappen di masa lalu, Tsunoda menemukan bahwa gaya mengemudinya mirip dengan juara empat kali tersebut. "Tentunya, untuk Max, itu kasus yang berbeda. Dia adalah juara dunia, dia membuktikan banyak hal dan saya masih banyak belajar dari cara mengemudinya," ujar Tsunoda.
"Gaya mengemudi inti saya sama. Dan pada suatu waktu, mungkin tahun pertama dari semua tahun sejak saya memulai, saya berpikir untuk mengubah gaya mengemudi dan mencoba melakukan sesuatu yang mirip dengan Max. Namun, dari perspektif saya, jika saya hanya melihat data, saya tidak melihat perbedaan besar dalam hal mengemudi."
"Apa yang paling sering saya lakukan, dan yang saya pikir sekarang adalah kesalahan terbesar tahun lalu, adalah mencoba meniru set-up yang dia lakukan. Meskipun saya tahu bahwa terkadang, jika saya merasa mobil sangat oversteer, set-up Max secara teori membuat mobil lebih buruk, lebih sensitif dalam perubahan arah, atau membuat mobil lebih mudah meluncur."
"Saya cenderung memilih set-up tersebut, meskipun saya sudah mengalami kesulitan dengan oversteer. Hal ini juga bisa terjadi sebaliknya. Meskipun saya mengalami kesulitan dengan understeer, mobilnya lebih understeer. Saya mencoba meniru itu."
Artikel Tag: Yuki Tsunoda
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/f1/yuki-tsunoda-ungkap-tantangan-dan-ego-di-red-bull
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini