Bryson DeChambeau Tetap Dukung LIV Golf di Tengah Ketidakpastian Masa Depan
Bryson DeChambeau berharap LIV Golf bisa tetap digelar setelah musim 2026
Berita Golf- Masa depan LIV Golf menjadi salah satu sorotan utama di Indianapolis, terutama setelah pembatalan Team Championship di Michigan membuat musim 2026 berakhir lebih cepat.
Di tengah situasi tersebut, Bryson DeChambeau menjadi salah satu pemain yang memberikan dukungan terhadap keberlangsungan liga.
DeChambeau memahami besarnya tekanan yang sedang dihadapi kompetisi tersebut. Namun, pegolf asal Amerika Serikat itu percaya masih banyak hal positif yang telah dihasilkan selama beberapa tahun terakhir.
“Ini sulit. Tidak mudah. Kami memang menghadapi banyak hal,” kata DeChambeau.
Menurutnya, banyak pihak di balik layar masih bekerja keras untuk memastikan kompetisi tersebut dapat terus berjalan. Ia juga menyoroti dampaknya terhadap pemain, penggemar, serta berbagai kota yang menjadi tuan rumah turnamen.
“Saya pikir kami punya tanggung jawab untuk terus menunjukkan hal itu. Jika berhasil, bagus. Jika tidak, kami akan mencari jalan lain,” ujarnya.
DeChambeau juga berharap publik tidak langsung menutup pintu terhadap liga yang didukung investasi dari Arab Saudi tersebut.
“Harapan saya adalah orang-orang memberi kami satu kesempatan lagi dan tetap berpikiran terbuka,” katanya.
Pernyataan tersebut muncul setelah CEO Scott O'Neil mengatakan bahwa masa depan LIV Golf masih membutuhkan sejumlah perubahan. Ia juga optimistis terhadap peluang liga untuk terus berjalan setelah musim 2026.
DeChambeau sendiri menjadi salah satu nama besar yang memiliki kepentingan terhadap keberlangsungan kompetisi tersebut. Ia menilai para pemain dan pihak di balik layar harus terus menunjukkan nilai yang bisa diberikan kepada olahraga golf.
Sementara persoalan masa depan liga menjadi perhatian, persaingan di Chatham Hills juga semakin ketat setelah Round 2.
Richard T. Lee mengambil alih posisi puncak klasemen individu dengan total 11 under par. Pemain Wild Card tersebut mencatat 63 pada putaran pertama sebelum membukukan 66 pada putaran kedua.
Lee kini unggul satu pukulan atas Thomas Detry, Dustin Johnson dan Laurie Canter yang sama-sama berada di 10 under par. Canter, yang memimpin setelah Round 1 dengan skor 62, mencatat 68 pada putaran kedua.
Salah satu penampilan terbaik Round 2 datang dari Michael La Sasso. Pegolf HyFlyers GC itu mencetak 60 tanpa bogey dan langsung naik ke posisi kelima bersama dengan total 9 under par.
Untuk klasemen tim, 4Aces GC mengambil alih posisi teratas dengan total 31 under par setelah 36 hole. Mereka unggul lima pukulan atas Torque GC, sementara HyFlyers GC, Majesticks GC dan Ripper GC sama-sama berada di 25 under par.
DeChambeau sendiri berada di posisi ke-15 dengan total 7 under par setelah dua putaran. Ia masih berpeluang memperbaiki posisinya pada dua putaran terakhir di Indianapolis.
Dengan Round 3 dan final round masih tersisa, perhatian tidak hanya tertuju pada siapa yang akan menjadi juara turnamen. Masa depan LIV Golf juga menjadi bagian penting dari cerita akhir musim, terutama ketika liga bersiap menghadapi perubahan menuju musim 2027.
Bagi DeChambeau, kesempatan untuk membuktikan nilai kompetisi tersebut masih terbuka.
“Saya berharap orang-orang bisa melihat bahwa kami benar-benar memberikan nilai bagi olahraga golf,” kata DeChambeau.
Artikel Tag: Bryson deChambeau, LIV Golf, Scott O'Neil
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/golf/bryson-dechambeau-tetap-dukung-liv-golf-di-tengah-ketidakpastian-masa-depan
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini