Bryson DeChambeau Ungkap Alasan Gagal Lolos Cut di Tiga Major Beruntun
Bryson DeChambeau
Berita Golf - Bryson DeChambeau menjalani musim major 2026 yang jauh dari harapan. Setelah gagal lolos cut di Masters dan PGA Championship, pegolf asal Amerika Serikat itu kembali harus mengakhiri perjuangannya lebih cepat pada US Open di Shinnecock Hills.
DeChambeau mencatatkan total lima over par setelah membukukan skor 70 dan 75 dalam dua putaran, sehingga gagal melaju ke akhir pekan hanya dengan selisih satu pukulan.
Berbeda dari biasanya, DeChambeau tidak memberikan komentar kepada media usai tersingkir. Namun sepekan kemudian, ia mengunggah video berdurasi lebih dari 30 menit di kanal YouTube pribadinya untuk menjelaskan secara rinci penyebab kegagalannya.
"Saya ingin menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Saya bekerja sangat keras untuk permainan saya, tetapi terkadang hasilnya memang tidak sesuai harapan. Begitulah golf dan kehidupan," ujar DeChambeau.
Dalam video tersebut, pegolf berusia 32 tahun itu mengulas setiap pukulan yang ia lakukan selama dua hari di Shinnecock. Menurutnya, penyebab utama bukan sekadar kondisi lapangan atau faktor cuaca, melainkan masalah teknis pada ayunan yang hingga kini belum berhasil ia pecahkan.
DeChambeau mengungkapkan bahwa sejak sesi latihan pada Jumat (18/6) pagi waktu setempatb, ia mulai merasakan timing ayunannya berubah. Kepala stik terasa tidak bergerak secara alami saat memasuki area impact, sehingga banyak pukulan melenceng ke sisi kanan.
"Semuanya terasa sedikit aneh. Saya tidak bisa membuat stik berputar secara alami seperti biasanya. Rasanya ada yang tidak sinkron dan saya belum menemukan penyebab pastinya," katanya.
Masalah tersebut langsung berdampak pada performanya di putaran kedua. Setelah membuka ronde dengan dua par, DeChambeau membuat dua double bogey beruntun yang praktis mengakhiri peluangnya bersaing.
"Itulah momen yang menentukan turnamen saya. Di major, Anda tidak boleh membuat dua double bogey berturut turut. Kesalahan seperti itu sangat sulit diperbaiki," ungkapnya.
Selain ayunan, DeChambeau juga mengaku masih mencari kombinasi terbaik pada peralatan, khususnya wedge yang menurutnya menghasilkan kontak bola kurang konsisten. Ia juga berencana meningkatkan akurasi iron serta kecepatan putting agar kembali kompetitif.
Meski gagal di tiga turnamen major musim ini, DeChambeau menolak menyalahkan kesibukannya di luar lapangan, termasuk aktivitas sebagai kreator konten YouTube maupun perannya dalam pengembangan LIV Golf.
"Saya justru bekerja lebih keras dibanding beberapa tahun terakhir. Kami bersama tim masih berusaha menemukan kembali formula yang membuat permainan saya berada di level terbaik. Saya belum menemukannya, tetapi saya tidak akan berhenti mencoba," ujarnya.
Bryson DeChambeau kini mengalihkan fokus ke The Open Championship di Royal Birkdale. Turnamen tersebut menjadi kesempatan terakhir baginya untuk menghindari catatan gagal lolos cut di seluruh ajang major sepanjang musim 2026.
Artikel Tag: Bryson deChambeau, the open championship, pga championship, Masters, shinnecock hills, LIV Golf, US Open 2026
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/golf/bryson-dechambeau-ungkap-alasan-gagal-lolos-cut-di-tiga-major-beruntun
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini