Jordan Spieth Kembali ke Royal Birkdale, Hole Ikonik Kini Berubah

Penulis: Abdi Ardiansyah
Rabu 15 Jul 2026, 09:59 WIB - 99 views
Jordan Spieth

Jordan Spieth

Ligaolahraga.com -

Berita Golf - Royal Birkdale kembali menjadi tuan rumah The Open Championship setelah sembilan tahun. Namun, bagi Jordan Spieth, ada satu bagian lapangan yang kini terasa sangat berbeda dibandingkan saat ia mengangkat Claret Jug pada 2017.

Hole ke 13 yang dulu menjadi lokasi salah satu momen paling ikonik dalam sejarah The Open kini telah mengalami perubahan. Area di sisi kanan fairway yang dahulu berbatasan langsung dengan driving range sudah dialihfungsikan menjadi kawasan hospitality dan area penonton. Konsekuensinya, pukulan yang keluar terlalu jauh ke kanan kini langsung dianggap out of bounds.

Perubahan tersebut membuat skenario dramatis yang pernah dialami Spieth hampir mustahil terulang.

Pada putaran final The Open 2017, Spieth melakukan pukulan tee yang melenceng sangat jauh hingga mendarat di driving range. Setelah berdiskusi cukup lama dengan ofisial dan caddie Michael Greller mengenai opsi yang tersedia, ia mengambil drop, menyelamatkan bogey, kemudian bangkit dengan rangkaian birdie dan eagle untuk memastikan gelar mayor ketiganya.

Momen tersebut masih dikenang sebagai salah satu comeback terbaik dalam sejarah turnamen golf tertua di dunia.

Jordan Spieth sendiri mengakui beberapa hole yang menjadi bagian penting dari kemenangan itu kini sudah tidak lagi sama.

"Barangkali pukulan terbaik dan putt terbaik yang pernah saya lakukan sudah tidak ada lagi karena layout lapangannya berubah," ujar Spieth saat mengenang kemenangannya.

Meski begitu, pegolf Amerika Serikat itu tidak memandang perubahan tersebut sebagai sesuatu yang negatif. Menurutnya, setiap edisi The Open selalu menghadirkan tantangan baru yang memaksa para pemain beradaptasi dengan kondisi lapangan.

Royal Birkdale memang menjalani sejumlah renovasi dalam beberapa tahun terakhir. Selain perubahan pada hole ke 13, beberapa hole lain juga mengalami modifikasi, termasuk reposisi green dan penyesuaian area bunker untuk mempertahankan karakter links sekaligus meningkatkan tingkat kesulitan sesuai perkembangan teknologi peralatan golf modern.

Di sisi lain, penyelenggara The Open, R&A, juga terus menghadirkan inovasi tanpa menghilangkan tradisi. Tahun ini misalnya, mereka memperkenalkan Last Chance Qualifier yang memberi satu kesempatan terakhir bagi pegolf untuk lolos ke turnamen utama. Program berkemah bagi penonton juga tetap dipertahankan sebagai bagian dari pengalaman khas The Open.

Bagi Jordan Spieth, Royal Birkdale tetap menyimpan arti istimewa meski wajahnya telah berubah. Pegolf berusia 32 tahun itu berharap dapat kembali menciptakan kenangan baru di lapangan yang pernah mengantarkannya meraih salah satu gelar terbesar dalam kariernya.

Artikel Tag: Jordan Spieth, the open championship, Royal Birkdale

Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/golf/jordan-spieth-kembali-ke-royal-birkdale-hole-ikonik-kini-berubah
99
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini