Jordan Spieth Tak Ingin Terbebani Target Grand Slam di PGA Championship
Jika berhasil, Jordan Spieth akan menjadi pemain ketujuh dalam era modern yang mampu meraih Masters, U.S. Open, Open Championship, dan PGA Championship. (Foto: Golf Digest)
Jordan Spieth menegaskan dirinya tidak ingin terlalu membebani diri menjelang PGA Championship pekan ini, meski turnamen tersebut memberinya peluang melengkapi career Grand Slam.
Pegolf Amerika Serikat itu hanya membutuhkan gelar PGA Championship untuk melengkapi koleksi empat major berbeda dalam kariernya.
Jika berhasil, Jordan Spieth akan menjadi pemain ketujuh dalam era modern yang mampu meraih Masters, U.S. Open, Open Championship, dan PGA Championship.
Meski peluang mencatat sejarah terbuka lebar, Spieth memilih fokus pada permainannya sendiri dibanding tekanan mengejar pencapaian besar tersebut.
“Turnamen ini memang selalu terasa spesial karena alasan itu. Kalau saya hanya bisa memenangkan satu turnamen lagi dalam hidup, tentu saya ingin yang ini,” kata Spieth kepada wartawan. “Tetapi cara terbaik untuk melakukannya justru dengan tidak terlalu memikirkannya.”
Jordan Spieth datang ke PGA Championship di Aronimink Golf Club dengan tanda-tanda performa yang mulai membaik.
Meski belum mencatat finis 10 besar di PGA Tour musim ini, ia sukses finis T12 di Masters dan T18 pada Cadillac Championship dua pekan lalu.
Peraih tiga gelar major itu mengaku proses memperbaiki ayunan golfnya masih berlangsung secara bertahap.
Ia bahkan menggunakan analogi memasak ayam asap untuk menggambarkan perkembangan tekniknya.
Jordan Spieth bercerita bahwa saat memanggang ayam pada musim gugur lalu, ia menyadari proses mencapai suhu ideal membutuhkan waktu dan kesabaran.
Menurutnya, hal itu mirip dengan upayanya memperbaiki swing agar lebih konsisten dan stabil.
“Rasanya seperti sudah dekat. Gerakannya mulai sesuai dengan yang saya inginkan dan hasilnya juga mulai terlihat,” ujar Spieth.
Pemain berusia 32 tahun tersebut pernah mendominasi golf dunia ketika menjuarai Masters dan U.S. Open pada 2015, sebelum melengkapi koleksi major ketiganya lewat kemenangan di Open Championship 2017.
Namun setelah itu, performanya di turnamen major mengalami penurunan. Sejak 2017, Spieth hanya mencatat tujuh finis 10 besar di major.
Prestasi terbaiknya di PGA Championship terjadi pada 2019 ketika finis di posisi ketiga di belakang Brooks Koepka.
Saat ini, hanya enam pemain yang berhasil menyelesaikan career Grand Slam pada era modern, yakni Gene Sarazen, Ben Hogan, Gary Player, Jack Nicklaus, Tiger Woods, dan Rory McIlroy.
McIlroy sendiri baru melengkapi Grand Slam setelah menjuarai Masters 2025 usai menunggu lebih dari satu dekade untuk kembali memenangkan major.
Namun Jordan Spieth merasa situasinya berbeda dengan McIlroy.
Ia tidak ingin terlalu larut dalam tekanan sejarah dan lebih memilih fokus memberi dirinya peluang untuk bersaing hingga akhir turnamen.
“Saya merasa semakin dekat untuk kembali konsisten bersaing di major seperti beberapa tahun lalu. Yang terpenting sekarang adalah memberi diri sendiri kesempatan,” kata Spieth.
Artikel Tag: grand slam, Jordan Spieth, pga championship
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/golf/jordan-spieth-tak-ingin-terbebani-target-grand-slam-di-pga-championship
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini