Max Homa Soroti Perilaku Emosional Pegolf di Turnamen Masters
Max Homa mengakui bahwa golf adalah olahraga yang dapat memicu emosi tinggi. (Foto: Golf Digest)
Pegolf Amerika Serikat Max Homa mengkritik perilaku emosional di lapangan golf setelah insiden yang melibatkan Sergio Garcia pada turnamen Masters pekan lalu.
Ia menilai aksi seperti memukul atau merusak peralatan dapat memberikan citra negatif terhadap para pegolf profesional.
Komentar tersebut disampaikan Homa dalam konferensi pers menjelang RBC Heritage di Hilton Head Island, South Carolina.
Meski tidak menyebut nama secara langsung, pernyataannya merujuk pada aksi Garcia yang meluapkan emosi di tee box.
“Saya tidak suka ketika orang mematahkan stik atau merusak lapangan. Itu membuat kami terlihat sangat dimanjakan,” ujar Homa.
Ia menambahkan bahwa tindakan merusak lapangan menjadi hal yang paling disayangkan karena berdampak pada pemain lain yang harus bermain di kondisi tersebut.
Namun, Max Homa juga mengakui bahwa golf adalah olahraga yang dapat memicu emosi tinggi.
“Sulit menentukan batasnya karena ini sangat subjektif. Apa yang terlihat di televisi tentu dinilai berbeda dibandingkan yang tidak terlihat,” katanya.
Garcia sebelumnya menerima peringatan terkait kode etik setelah insiden di hole kedua.
Setelah pukulan tee-nya masuk bunker, ia melampiaskan frustrasi dengan membanting driver ke tanah hingga merusak permukaan lapangan, lalu memukulkannya ke cooler hingga kepala stik terlepas.
Sesuai aturan golf, ia tidak diperbolehkan mengganti stik tersebut karena kerusakan disebabkan oleh tindakan tidak sportif.
Pegolf asal Spanyol itu kemudian mengakui kekecewaannya atas insiden tersebut.
Ia menyebut dirinya tidak bangga dengan tindakannya, meski mengakui frustrasi semacam itu bisa terjadi dalam situasi tertentu.
Garcia juga telah menyampaikan permintaan maaf melalui media sosial beberapa hari setelah kejadian.
Di sisi lain, Max Homa mengakui dirinya juga pernah menunjukkan emosi di lapangan, termasuk menggunakan kata-kata kasar atau melempar stik.
Namun, ia berusaha untuk lebih menjaga sikap, terutama di hadapan penonton.
“Saya memang sering mengumpat, tapi saya berusaha tidak melakukannya di depan anak-anak,” ujarnya.
Ia menilai penting bagi para pemain untuk menyadari peran mereka sebagai panutan, terutama bagi generasi muda yang mengikuti olahraga tersebut.
Saat ini, PGA Tour tengah mengembangkan kebijakan kode etik yang lebih ketat. Turnamen Masters menjadi ajang pertama yang mulai menerapkan kebijakan tersebut, dengan potensi sanksi hingga diskualifikasi bagi pelanggaran berulang.
Max Homa menyambut baik langkah tersebut dan berharap adanya standar yang lebih tinggi bagi para pemain profesional.
“Kami ingin menginspirasi generasi berikutnya, jadi kami harus memenuhi standar yang lebih tinggi,” kata Homa.
Artikel Tag: sergio garcia, Masters, max homa
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/golf/max-homa-soroti-perilaku-emosional-pegolf-di-turnamen-masters
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini