Pegolf Transgender Hailey Davidson Tuntut USGA dan LPGA soal Kebijakan Baru
Hailey Davidson menilai perubahan kebijakan gender yang diadopsi untuk kompetisi 2025 dan seterusnya telah secara tidak sah menghalanginya tampil di ajang putri. (Foto: Golf Digest)
Pegolf transgender Hailey Davidson mengajukan gugatan terhadap USGA dan LPGA setelah dirinya ditolak mengikuti kualifikasi U.S. Women’s Open tahun lalu.
Gugatan tersebut didaftarkan pada Kamis (19/3) di New Jersey dan turut menyebut klub golf penyelenggara kualifikasi serta tiga pejabat LPGA sebagai pihak tergugat.
Dalam gugatan itu, Davidson menilai perubahan kebijakan gender yang diadopsi untuk kompetisi 2025 dan seterusnya telah secara tidak sah menghalanginya tampil di ajang putri.
Ia menuntut ganti rugi dalam jumlah yang tidak disebutkan.
USGA dan LPGA sebelumnya mengubah aturan kelayakan untuk turnamen putri dengan menetapkan bahwa pemain harus berjenis kelamin perempuan sejak lahir atau telah bertransisi menjadi perempuan sebelum melewati masa pubertas laki-laki agar bisa memenuhi syarat bertanding.
Hailey Davidson, yang kini berusia 33 tahun, melakukan transisi setelah masa pubertas.
Pada 2024, ia masih sempat mengikuti kualifikasi U.S. Women’s Open dan LPGA Qualifying School di bawah kebijakan lama, namun gagal lolos dalam kedua kesempatan tersebut.
Melalui gugatan yang diajukan, Davidson menyatakan kebijakan baru itu pada praktiknya menutup jalan bagi perempuan transgender untuk tampil di turnamen putri USGA maupun LPGA.
Ia berargumen bahwa banyak negara bagian di Amerika Serikat memiliki aturan yang membatasi anak-anak untuk menjalani terapi hormon atau penundaan pubertas, sehingga syarat baru tersebut dinilai diskriminatif.
Davidson juga menuduh Hackensack Golf Club, yang menjadi tuan rumah kualifikasi, ikut melanggar hukum ketika menyatakan bahwa seluruh keputusan terkait kelayakan peserta sepenuhnya berada di tangan USGA.
Menurut Hailey Davidson, penolakan terhadap dirinya tidak bisa dilepaskan dari pelaksanaan kebijakan yang ia anggap merugikan tersebut.
Di sisi lain, LPGA menyatakan telah mengetahui adanya gugatan itu dan memilih menghormati proses hukum yang sedang berjalan.
Dalam pernyataannya, LPGA menegaskan bahwa kebijakan gender mereka disusun melalui proses yang matang, melibatkan masukan para ahli, dan didasarkan pada upaya menjaga integritas kompetitif golf elite putri.
Hailey Davidson mulai menjalani terapi hormon pada 2015 saat berusia awal 20-an. Enam tahun kemudian, pada 2021, ia menjalani operasi afirmasi gender, yang sebelumnya merupakan salah satu syarat dalam kebijakan lama LPGA.
Dua tahun lalu, Davidson juga sempat meraih kemenangan di sebuah mini-tour di Florida sebelum sirkuit tersebut kemudian mengubah aturan dengan mewajibkan peserta kategori putri harus berjenis kelamin perempuan sejak lahir.
Kasus ini kini membuka babak baru perdebatan mengenai kebijakan kelayakan gender di olahraga putri, khususnya golf profesional.
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/golf/pegolf-transgender-hailey-davidson-tuntut-usga-dan-lpga-soal-kebijakan-baru
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini