Bastianini Kecewa, Quartararo Soroti Perpecahan Pembalap
Bastianini Kecewa, Quartararo Soroti Perpecahan Pembalap - sumber: (motorsport)
Berita MotoGP mencuat dari pernyataan pebalap Tech3, Enea Bastianini, yang mengungkapkan bahwa dirinya telah berhenti menghadiri pertemuan Komisi Keselamatan MotoGP karena frustrasi dengan kurangnya kemajuan dalam isu-isu penting. Pertemuan yang diadakan setiap Jumat saat akhir pekan grand prix tersebut seharusnya menjadi wadah bagi para pebalap untuk menyampaikan keprihatinan mereka kepada pejabat dan mendorong perbaikan.
Kembali terangkatnya isu keselamatan pebalap terjadi pada Grand Prix Brasil bulan lalu, di mana masalah permukaan lintasan, termasuk lubang dan kerusakan aspal, menjadi topik utama pembicaraan. MotoGP juga akan mengadakan balapan di sirkuit jalan raya yang sesungguhnya untuk pertama kalinya di era modern, dengan Adelaide akan menggantikan Phillip Island sebagai tuan rumah Grand Prix Australia pada 2027.
Di tengah situasi tersebut, Bastianini menyatakan kekecewaannya terhadap Komisi Keselamatan, mengatakan bahwa pertemuan tersebut tidak selalu menghasilkan perubahan positif. "Kami memiliki Komisi Keselamatan. Sangat sulit untuk berbicara di Komisi Keselamatan," ujarnya. "Saya berusaha untuk puas dengan masa depan. Kami banyak berbicara tentang keselamatan, tetapi tidak selalu ada perubahan. Saya sedikit kecewa."
Musim ini, Bastianini telah memutuskan untuk tidak menghadiri pertemuan Komisi Keselamatan karena merasa tidak banyak perubahan yang terjadi. Tahun lalu, ia mengalami cedera punggung setelah ditabrak oleh Fabio Quartararo dari Yamaha saat kunjungan perdana MotoGP ke Balaton Park. Meski sirkuit tersebut umumnya mendapat ulasan positif, Bastianini memperingatkan bahwa tata letaknya menimbulkan situasi "berbahaya" bagi para pebalap pada lap pembuka.
Pebalap asal Italia ini menyatakan keinginannya untuk melihat apakah ada perubahan yang dilakukan sebelum MotoGP kembali ke sirkuit GP Hungaria pada bulan Juni. "Saya sangat penasaran untuk melihat bagaimana Balaton nanti – tikungan tempat saya mengalami kecelakaan," katanya. "Saya sangat penasaran untuk melihat bagaimana tahun ini. Jika sama, apa yang bisa kita lakukan? Kita bisa bicara. Tapi kita perlu menyelesaikan masalah, bukan hanya bicara."
Di sisi lain, MotoGP tidak memiliki organisasi serupa dengan Asosiasi Pembalap Grand Prix (GPDA) di Formula 1, dengan pembicaraan sebelumnya mengenai pembentukan serikat pebalap serupa pada 2023 yang tidak membuahkan hasil. Bastianini percaya bahwa para pebalap akan mendapat manfaat dari adanya asosiasi formal, terutama karena tim dan pabrikan sudah diwakili oleh IRTA dan MSMA.
"F1 sudah jauh di depan kita," ujar Quartararo, juara 2021, menanggapi situasi tersebut. Ia mengingat bagaimana hujan yang tidak terduga selama akhir pekan GP India perdana menyebabkan ketidaksepakatan di antara para pebalap tentang keamanan lintasan. "Di India, ketika hujan, bahkan di antara para pebalap, sulit untuk semua setuju [pada satu hal]. Jadi, lebih dari sekadar asosiasi, kita semua harus sepakat, tetapi saya pikir itu masih jauh."
Quartararo menambahkan bahwa dirinya tidak rutin menghadiri pertemuan Komisi Keselamatan, kecuali jika ada isu yang benar-benar besar. "Jika ada sesuatu yang benar-benar besar, saya akan hadir, tapi itu hanya terjadi satu atau dua kali setahun," ujarnya.
Artikel Tag: Enea Bastianini
Published by Ligaolahraga.com at https://dev.ligaolahraga.com/motogp/bastianini-kecewa-quartararo-soroti-perpecahan-pembalap
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini